
Pantau – Angkatan Laut Kerajaan Inggris dilaporkan tengah menyiapkan diri untuk memimpin operasi multinasional guna membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.
Rencana ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mengganggu lalu lintas kapal, termasuk distribusi minyak global.
Menurut laporan, Inggris mempertimbangkan pengerahan kapal angkatan laut atau kapal komersial yang dimodifikasi sebagai “kapal induk” bagi sistem tanpa awak.
Teknologi ini akan digunakan untuk:
- Mendeteksi ranjau laut
- Menetralisir ancaman di jalur pelayaran
Tahap awal operasi difokuskan pada pembersihan ranjau menggunakan sistem otonom, sebelum dilanjutkan dengan pengamanan jalur oleh kapal perang, termasuk destroyer Tipe 45.
Operasi ini disebut akan melibatkan sejumlah negara sekutu seperti Amerika Serikat dan Prancis, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan pelayaran internasional.
Pejabat pertahanan Inggris menyebut pendekatan ini juga bertujuan meminimalkan risiko terhadap personel dengan memanfaatkan teknologi tanpa awak.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur paling strategis di dunia, dengan sekitar 20 juta barel minyak melintas setiap hari.
Gangguan di wilayah ini telah:
- Meningkatkan biaya pengiriman
- Mendorong kenaikan harga minyak global
Meski dilaporkan terdapat ranjau laut, beberapa kapal dari negara seperti India, Pakistan, dan China masih dapat melintas melalui jalur tertentu.
Langkah Inggris ini menandai eskalasi keterlibatan militer Barat dalam menjaga stabilitas jalur energi global di tengah konflik yang terus berkembang.
- Penulis :
- Aditya Yohan







