
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pihaknya tengah berkomunikasi dengan perantara Iran yang “tepat” dan menyebut Teheran sangat ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa (24/3) di tengah meningkatnya ketegangan akibat perang antara Iran dengan AS dan sekutunya.
“Tidak ada yang tahu harus berbicara dengan siapa, tetapi kami sebenarnya sedang berbicara dengan orang yang tepat. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan, Anda tidak tahu betapa besarnya keinginan mereka,” ungkapnya.
Trump juga menyebut adanya sinyal positif berupa komunikasi yang dinilai semakin terbuka antara kedua pihak.
Trump mengatakan sejumlah pejabat tinggi AS terlibat dalam pembicaraan tersebut, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta utusan khusus lainnya.
Ia juga mengklaim Iran telah mengirimkan “hadiah besar” yang berkaitan dengan sektor minyak dan gas sebagai bagian dari komunikasi tidak langsung.
Menurut Trump, Iran menunjukkan sikap yang lebih rasional dalam dialog dan bahkan disebut sepakat untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Meski demikian, pihak Iran belum mengonfirmasi klaim tersebut dan sebelumnya menegaskan tidak sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat.
Konflik yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 telah menewaskan lebih dari 1.340 orang serta memicu serangan balasan berupa drone dan rudal ke berbagai wilayah.
Situasi ini turut berdampak pada stabilitas kawasan, infrastruktur, serta pasar global.
Trump menyatakan optimisme bahwa konflik dapat segera diselesaikan, meski ketegangan militer masih terus berlangsung di kawasan Timur Tengah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








