Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

China Tegaskan Dukungan terhadap Mediasi Pakistan untuk Redakan Konflik AS dan Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

China Tegaskan Dukungan terhadap Mediasi Pakistan untuk Redakan Konflik AS dan Iran
Foto: (Sumber : Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.987 per Dolar AS.)

Pantau - Pemerintah China menyatakan dukungan penuh terhadap upaya mediasi yang dilakukan Pakistan bersama sejumlah negara untuk meredakan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Dukungan China terhadap Mediasi Internasional

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyampaikan bahwa negaranya mendukung langkah diplomatik guna menurunkan eskalasi konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

"China mendukung semua upaya yang kondusif untuk meredakan ketegangan, menurunkan eskalasi situasi, dan memulihkan dialog. Kami mengapresiasi upaya mediasi Pakistan untuk menurunkan eskalasi dan mendukung Pakistan untuk terus memainkan perannya sebagai mediator," ungkap Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Senin (30/3).

Ia juga menegaskan pentingnya dialog sebagai satu-satunya jalan untuk menghentikan konflik berkepanjangan yang telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian besar.

"Kami menyerukan kepada semua pihak untuk memulai pembicaraan perdamaian sesegera mungkin. Kami siap untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Pakistan dan pihak lain untuk bersama-sama berupaya mencapai gencatan senjata serta perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut," ujarnya.

Peran Pakistan dan Respons Iran

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah memberikan kepercayaan kepada Pakistan untuk memfasilitasi dialog di antara kedua negara.

Ia menegaskan kesiapan Pakistan untuk menggelar pembicaraan dalam waktu dekat guna mencapai solusi komprehensif dan berkelanjutan atas konflik yang terjadi.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menegaskan bahwa belum ada negosiasi langsung dengan Amerika Serikat dan komunikasi masih dilakukan melalui mediator.

“Saya tidak tahu berapa banyak orang di AS yang menganggap serius klaim diplomasi Amerika. Misi kami jelas, tidak seperti pihak lain, yang terus-menerus mengubah posisinya,” ucapnya.

Ia juga menyebut pertemuan yang diinisiasi Pakistan dilakukan secara mandiri dan Iran tidak terlibat langsung dalam forum tersebut.

“Baik jika negara-negara di kawasan ingin mengakhiri perang, tetapi mereka harus memahami dengan jelas siapa yang memulainya,” ujarnya.

Ketegangan meningkat sejak serangan militer pada 28 Februari yang menewaskan lebih dari 1.340 orang serta memicu serangan balasan yang meluas ke sejumlah negara di kawasan dan mengganggu stabilitas global.

Penulis :
Ahmad Yusuf