Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Siap Akhiri Operasi Militer terhadap Iran Meski Selat Hormuz Belum Sepenuhnya Dibuka

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Trump Siap Akhiri Operasi Militer terhadap Iran Meski Selat Hormuz Belum Sepenuhnya Dibuka
Foto: Presiden Amerika Serikat Donald Trump (sumber: Anadolu)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kepada stafnya bahwa ia siap mengakhiri operasi militer terhadap Iran meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka, menurut laporan yang pertama kali disampaikan oleh The Wall Street Journal dan dikutip oleh RIA Novosti.

Pertimbangan Strategi Washington

Dalam beberapa hari terakhir, Trump bersama timnya menilai bahwa upaya membuka Selat Hormuz secara penuh berisiko memperpanjang konflik di luar rencana awal operasi yang sebelumnya diperkirakan berlangsung antara empat hingga enam pekan.

Trump kemudian memutuskan bahwa Washington sebaiknya fokus pada tujuan utama operasi, yakni membatasi kemampuan angkatan laut Iran serta mengurangi persediaan rudal negara tersebut.

Pemerintah Amerika Serikat juga berupaya meredakan permusuhan yang sedang berlangsung sambil terus menekan Teheran agar memulihkan kelancaran arus perdagangan di jalur strategis tersebut.

Jika upaya tersebut tidak berhasil, Washington disebut akan mendorong sekutu di Eropa dan negara-negara Teluk Persia untuk mengambil peran lebih besar, terutama dalam membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa Trump masih mempertimbangkan opsi militer tambahan, namun opsi tersebut bukan menjadi prioritas utama dalam strategi saat ini.

Latar Belakang Eskalasi Konflik

Pada akhir Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban di kalangan sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah sehingga memicu eskalasi konflik yang lebih luas.

Ketegangan tersebut menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global.

Gangguan di jalur ini berdampak pada ekspor dan produksi minyak di kawasan serta mendorong kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara di dunia.

Penulis :
Shila Glorya