Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Rusia Kecam Serangan terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rusia Kecam Serangan terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon
Foto: (Sumber : Arsip - Prajurit dari Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menghadiri upacara peringatan Hari Internasional Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Naqoura, Lebanon, 29 Mei 2025. (Xinhua/Ali Hashisho))

Pantau - Rusia mengecam keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang tergabung dalam Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL).

Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyampaikan kecaman tersebut dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Selasa di New York.

"Rusia mengutuk keras semua serangan terhadap kontingen UNIFIL, tanpa memandang siapa pelakunya," kata Nebenzia.

Rusia Minta Penjelasan dari Sekretariat PBB

Nebenzia mengatakan Moskow menunggu laporan resmi dari Sekretariat PBB terkait insiden tersebut, termasuk informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mendoakan kesembuhan bagi pasukan penjaga perdamaian yang mengalami luka dalam insiden tersebut.

UNIFIL sebelumnya melaporkan seorang penjaga perdamaian asal Indonesia tewas pada 29 Maret setelah sebuah proyektil menghantam salah satu lokasi pasukan tersebut.

Pada Senin, misi penjaga perdamaian itu juga melaporkan dua personel lainnya tewas akibat serangan terhadap kendaraan patroli di wilayah Bani Haiyyan.

Eskalasi Konflik Israel dan Hizbullah

Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Eskalasi konflik dimulai pada 2 Maret ketika Hizbullah kembali meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel di tengah memburuknya situasi regional.

Sebagai respons, Israel melancarkan serangan besar ke sejumlah wilayah di Lebanon termasuk bagian selatan negara itu, Lembah Beqaa, serta pinggiran ibu kota Beirut.

Pada 16 Maret, militer Israel juga secara resmi mengumumkan peluncuran operasi darat di wilayah Lebanon selatan.

Penulis :
Aditya Yohan