
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan marah ketika Israel menyerang fasilitas desalinasi air di Iran beberapa minggu lalu di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Informasi tersebut diungkap oleh seorang pejabat senior Amerika Serikat sebagaimana dilaporkan media Axios.
"Dia ingin memastikan bahwa segala sesuatunya proporsional dalam perang ini. Itulah mengapa dia marah ketika Bibi (Netanyahu) menyerang pabrik desalinasi di Iran beberapa minggu yang lalu," kata pejabat tersebut.
Serangan Terjadi di Pulau Qeshn
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyatakan bahwa fasilitas desalinasi air yang berada di Pulau Qeshn, Iran, terkena serangan.
Serangan tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari.
Serangan itu dilaporkan menyasar beberapa lokasi termasuk di ibu kota Teheran dan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran Balas Serangan AS dan Israel
Menanggapi serangan tersebut, Iran kemudian meluncurkan serangan balasan terhadap wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pada awalnya, Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan langkah pencegahan terhadap ancaman yang diduga berasal dari program nuklir Iran.
Namun, kedua negara kemudian menyampaikan bahwa tujuan operasi tersebut juga berkaitan dengan upaya mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan








