Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

UEA Siap Dukung AS Buka Paksa Selat Hormuz di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

UEA Siap Dukung AS Buka Paksa Selat Hormuz di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
Foto: (Sumber : Arsip - Foto udara menunjukkan Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.).)

Pantau - Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan siap membantu Amerika Serikat dan sekutunya untuk membuka Selat Hormuz secara paksa di tengah meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.

Upaya Internasional Buka Blokade

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, UEA melobi Dewan Keamanan PBB untuk mengesahkan resolusi yang mengizinkan tindakan pembukaan Selat Hormuz dengan kekuatan militer.

UEA juga mendorong pembentukan koalisi yang melibatkan Amerika Serikat serta negara-negara Eropa dan Asia untuk mengamankan jalur strategis tersebut.

Selain itu, UEA mempertimbangkan keterlibatan militernya dalam operasi pengamanan selat, termasuk pembersihan ranjau dan pengawasan wilayah perairan.

Dalam laporan tersebut disebutkan, "UEA juga meminta AS serta negara-negara Eropa dan Asia membentuk koalisi untuk membuka selat itu dengan kekuatan."

UEA bahkan menilai Amerika Serikat perlu menduduki pulau-pulau yang dikuasai Iran di Selat Hormuz, termasuk Pulau Abu Musa.

Dampak Konflik dan Krisis Energi

Eskalasi konflik bermula pada akhir Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan korban jiwa warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Rangkaian serangan tersebut memicu blokade de facto Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas alam cair ke pasar global.

Kondisi ini berdampak pada terganggunya ekspor dan produksi minyak di Timur Tengah serta memicu kenaikan harga energi dunia.

Sebagai informasi tambahan, situasi di Selat Hormuz menjadi perhatian global karena jalur tersebut merupakan salah satu titik vital perdagangan energi internasional.

Penulis :
Aditya Yohan