
Pantau - Pemerintah Malaysia resmi memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi pegawai pemerintahan mulai 15 April 2026 guna mengurangi penggunaan bahan bakar dan menjaga pasokan energi.
Kebijakan tersebut disepakati dalam rapat kabinet dan akan diterapkan pada kementerian, lembaga, serta badan hukum dan perusahaan milik pemerintah.
"Hari ini rapat kabinet menyetujui pelaksanaan kebijakan bekerja dari rumah bagi kementerian, lembaga, serta badan hukum dan perusahaan milik pemerintah mulai 15 April," kata Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Anwar menyatakan rincian teknis pelaksanaan WFH akan diumumkan lebih lanjut oleh pemerintah.
Upaya Antisipasi Krisis Energi
Penerapan WFH dilakukan sebagai langkah strategis pemerintah dalam menghadapi potensi krisis energi global.
Pemerintah Malaysia menilai pengurangan mobilitas pegawai dapat membantu menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan energi di tengah ketidakpastian global.
Indonesia Juga Terapkan Kebijakan Serupa
Kebijakan serupa juga telah diterapkan di Indonesia bagi aparatur sipil negara.
Pemerintah Indonesia menetapkan WFH setiap hari Jumat mulai 1 April 2026 dan akan melakukan evaluasi setelah dua bulan pelaksanaan.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau sektor swasta untuk menerapkan WFH dengan penyesuaian sesuai karakteristik masing-masing industri.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








