
Pantau - Pemerintah Madagaskar menetapkan keadaan darurat energi nasional setelah terjadi kekurangan bahan bakar di seluruh wilayah akibat terganggunya pasokan energi imbas konflik di Timur Tengah.
Krisis Energi Picu Langkah Darurat
Kabinet Madagaskar menyatakan keputusan ini diambil menyusul krisis pasokan energi yang berdampak luas terhadap layanan publik.
"Deklarasi keadaan darurat energi memungkinkan pihak berwenang untuk mengambil langkah-langkah luar biasa dan mendesak untuk memulihkan pasokan energi dan memastikan keberlanjutan layanan publik," demikian pernyataan kabinet.
Gangguan pasokan energi disebut berkaitan dengan konflik di Timur Tengah yang memicu ketidakstabilan distribusi bahan bakar global.
Dampak Global dan Respons Negara Afrika
Krisis ini turut diperparah oleh lonjakan harga minyak dunia akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Sejumlah negara Afrika lainnya juga mengambil langkah antisipatif untuk melindungi ekonomi domestik.
Zambia menangguhkan Pajak Pertambahan Nilai dan bea impor bahan bakar selama tiga bulan sejak 1 April 2026.
Sementara Botswana menangguhkan pungutan jalan dan bahan bakar selama enam bulan guna menekan dampak kenaikan harga energi.
Langkah darurat ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan energi dan mengurangi dampak krisis terhadap masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








