HOME  ⁄  Geopolitik

Tokayev Sambut Gencatan Senjata AS-Israel-Iran, Harap Stabilitas Ekonomi Global Pulih

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Tokayev Sambut Gencatan Senjata AS-Israel-Iran, Harap Stabilitas Ekonomi Global Pulih
Foto: Arsip - Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev (sumber: Anadolu)

Pantau - Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menyambut baik tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui Kantor Pers Presiden Kazakhstan yang diunggah di platform X pada Rabu.

"Presiden Kassym-Jomart Tokayev menyambut baik tercapainya kesepakatan gencatan senjata dan perdamaian penuh di Timur Tengah, yang dicapai melalui mediasi Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir," demikian kutipan pernyataan resmi tersebut.

Tokayev menilai kesepakatan tersebut terwujud berkat niat baik dan kebijaksanaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama para pemimpin senior Iran serta negara-negara lain yang terlibat dalam konflik.

Ia berharap perjanjian gencatan senjata ini dapat berlangsung lama dan memberikan dampak positif bagi perdagangan global serta kemakmuran ekonomi semua negara.

Kronologi Konflik dan Eskalasi di Timur Tengah

Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran termasuk Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat di Timur Tengah.

Eskalasi konflik di sekitar Iran memicu blokade de facto terhadap Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Blokade tersebut berdampak pada penurunan ekspor dan produksi minyak di kawasan serta mendorong kenaikan harga minyak global.

Negosiasi dan Isi Kesepakatan Gencatan Senjata

Presiden Donald Trump sebelumnya mengumumkan adanya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung selama dua pekan.

Trump juga menyatakan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat akan dilakukan pada Jumat 10 April di Islamabad, Pakistan.

Proposal gencatan senjata dari Iran yang berisi 10 poin dinilai oleh pihak Amerika sebagai "dasar yang dapat diterapkan" untuk negosiasi.

Kesepakatan tersebut mencakup Iran tetap memegang kendali atas Selat Hormuz.

Seluruh sanksi terhadap Teheran akan dicabut.

Program pengayaan uranium Iran akan tetap berlanjut.

Seluruh pasukan Amerika Serikat akan ditarik dari Timur Tengah.

Penulis :
Arian Mesa
Editor :
Arian Mesa