HOME  ⁄  Geopolitik

Ketegangan Timur Tengah Meningkat, PBB Kecam Serangan Israel di Lebanon dan Peringatkan Risiko Gencatan Senjata Gagal

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Ketegangan Timur Tengah Meningkat, PBB Kecam Serangan Israel di Lebanon dan Peringatkan Risiko Gencatan Senjata Gagal
Foto: Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (sumber: Anadolu)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan serangan Israel di Lebanon pada 8 April berpotensi mengancam stabilitas dan perdamaian kawasan Timur Tengah serta memicu meningkatnya korban sipil.

Kecaman PBB dan Lonjakan Korban Sipil

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk keras serangan yang terjadi di berbagai wilayah Lebanon dan menyoroti tingginya jumlah korban jiwa serta kerusakan infrastruktur sipil.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan ratusan warga sipil tewas dan terluka, termasuk anak-anak, serta menimbulkan kerusakan signifikan pada fasilitas sipil.

Guterres menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka serta menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Lebanon.

Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil harus menjadi prioritas utama sesuai hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional.

Serangan yang menargetkan warga sipil dinilai “tidak dapat diterima,” dan memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Ancaman terhadap Gencatan Senjata Regional

Guterres memperingatkan bahwa aktivitas militer di Lebanon dapat mengganggu upaya gencatan senjata regional yang baru saja diumumkan.

“Dengan pengumuman gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat, aktivitas militer yang sedang berlangsung di Lebanon menimbulkan risiko serius terhadap gencatan senjata tersebut dan upaya menuju perdamaian yang langgeng serta menyeluruh di kawasan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa konflik tersebut tidak memiliki solusi militer dan mendesak semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan.

“Sekretaris Jenderal kembali menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghentikan permusuhan,” ujarnya.

Guterres turut mendorong semua pihak untuk menempuh jalur diplomasi dan berkomitmen penuh terhadap implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu pada 7 April guna membuka jalan menuju kesepakatan akhir untuk mengakhiri serangan terhadap Iran sejak 28 Februari.

Pengumuman tersebut dilakukan kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan oleh Donald Trump terkait tuntutan agar Iran membuka kembali Selat Hormuz dan menerima kesepakatan.

Trump sebelumnya memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi “kehancuran seluruh peradaban” jika tidak memenuhi tuntutan tersebut.

Penulis :
Arian Mesa