
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran berada di ambang kehancuran dan meminta agar Selat Hormuz segera dibuka di tengah konflik yang masih berlangsung antara kedua negara.
"Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka dalam kondisi 'nyaris runtuh'," tulis Trump di platform Truth Social, Selasa (28/4).
Ia menambahkan bahwa Iran meminta pembukaan Selat Hormuz secepat mungkin guna mengatasi situasi internal mereka.
"Mereka ingin kami ‘membuka Selat Hormuz’ sesegera mungkin, karena mereka sedang mencoba menyelesaikan situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!)," tulisnya.
Proposal Iran dan Respons Amerika Serikat
Pernyataan Trump muncul di tengah laporan terkait proposal Iran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.
Namun, Trump dilaporkan tidak puas dengan usulan tersebut karena tidak menyentuh isu utama terkait program nuklir Iran.
Menurut laporan The New York Times, Trump menerima pengarahan mengenai proposal itu dalam pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih.
Proposal Iran mencakup permintaan agar Amerika Serikat menghentikan blokade pelabuhan, memperpanjang gencatan senjata, serta membuka pembicaraan nuklir setelah pembatasan maritim dicabut.
Konflik Berlanjut dan Gencatan Senjata
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah berlangsung sejak 28 Februari 2026 dan menyebabkan lebih dari 3.300 korban jiwa menurut otoritas Iran.
Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap Israel dan aset Amerika Serikat di kawasan.
Kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April yang dimediasi Pakistan.
Meski awalnya dijadwalkan berakhir pada 22 April, Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu atas permintaan pihak Pakistan.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran terkait klaim Trump mengenai kondisi negara tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







