Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Jho Low, Target KPK Malaysia Soal Skandal 1MDB yang Pernah Diproses Polri

Oleh Widji Ananta
SHARE   :

Jho Low, Target KPK Malaysia Soal Skandal 1MDB yang Pernah Diproses Polri

Pantau.com - Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) meminta Nik Faisal dan Jho Low untuk bersikap kooperatif dalam membantu penyelidikan terkait SRC International Sdn Bhd (SRC) yang dianggap berperan dalam skandal 1MDB.

Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM), Nik Faisal Ariff Kamil, Nik Othman Arif Kamil (47) adalah Direktur SRC dan Low Taek Jho (37) atau Jho Low adalah pengusaha, yang ikut membidani kelahiran lembaga investasi 1MDB.

Nik Faisal Ariff Kamil, yang memiliki kartu pengenal bernomer 710304-10-6303 mempunyai alamat terakhir di Jalan Tun Teja 35/16 Nomor 17, Alam Impian, Shah Alam Selangor dan Jalan Tun Teja 35/16 Nomor 19, Alam Impian, Shah Alam Selangor.

Baca juga: Polisi: 72 Koper Najib Razak yang Disita Bernilai Rp404 Miliar

Low Taek Jho memiliki kartu pengenalan bernomer 811104-07-5701 mempunyai alamat terakhir di Tanjung Bungah Park Nomor 69, Tanjung Bungah, Pulau Pinang.

SPRM meminta masyarakat, yang mempunyai informasi mengenai kedua orang tersebut, menghubungi Petugas Investigasi Asisten Senior SPRM Rosli Husain di 03-88700529 atau 010-3187757, e-mail kepada [email protected] atau mana-mana pejabat SPRM terdekat.

Beberapa waktu lalu, Jho Low menjadi perbincangan di Indonesia dan Malaysia terkait penyitaan Kapal pesiar Equanimity yang terparkir di perairan Nusa Dua.

Kapal sitaan Mabes Polri tersebut merupakan buronan FBI karena diduga dari hasil pencucian uang kejahatan di Amerika Serikat dan polisi telah memeriksa anak buah kapal dan barang bukti yang ada di dalam kapal.

Baca juga: Kata Najib Razak Usai Diperiksa Selama 7 Jam Terkait Skandal 1MDB

Pengadilan di Indonesia kemudian melepas kapal tersebut kemudian penyelidikan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) mengatakan Low Taek Jho atau Jow Low tidak bekerja di lembaga investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Kepala PDRM Irjen Tan Sri Dato` Sri Mohamad Fuzi Bin Harun mengemukakan hal itu dalam pernyataan media terkait perampasan Kapal Layar Equanimity di Pelabuhan Benoa Bali.

Dalam menanggapi pernyataan SPRM itu, juru bicara Jho Low, Robin Rathmell, mengatakan Jho Low segera memerintahkan pengacaranya menghubungi SPRM sehubungan dengan pernyataan tersebut.

Penulis :
Widji Ananta