Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Hiburan

Film “SORE” Buka Festival Film Asia Pasifik 2026, Indonesia Tegaskan Diplomasi Budaya di Swiss

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Film “SORE” Buka Festival Film Asia Pasifik 2026, Indonesia Tegaskan Diplomasi Budaya di Swiss
Foto: (Sumber: Sejumlah Duta besar dan Kepala Perwakilan negara Asia Pasifik memainkan angklung dalam acara pembukaan Festival Film Asia Pasifik (Asia Pacific Film Festival/APFF) di ibukota Swiss, Bern, Senin (9/2/2026). ANTARA/HO-KBRI Bern.)

Pantau - Indonesia resmi berpartisipasi dalam Festival Film Asia Pasifik (Asia Pacific Film Festival/APFF) 2026 yang digelar di Bern, Swiss, bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Swiss.

Film sebagai Alat Diplomasi dan Penghubung Budaya

Keikutsertaan Indonesia di ajang ini bertujuan memperkuat posisi film sebagai instrumen diplomasi budaya lintas negara.

Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Ngurah Swajaya, menegaskan bahwa APFF merupakan wadah solidaritas dan penghormatan antarbangsa.

"Film tidak hanya sekadar hiburan, namun juga medium refleksi yang membawa nilai kemanusiaan serta shared values lainnya yang dapat dipahami dan dirasakan bersama," ungkapnya.

Ngurah juga menyampaikan bahwa partisipasi ini memperkuat hubungan Indonesia–Swiss yang telah terbangun selama tujuh dekade atas dasar kepercayaan, inovasi, dan kemitraan.

Menurutnya, pertukaran budaya melalui film adalah pilar penting hubungan antar masyarakat, yang mampu melampaui diplomasi formal.

Walikota Bern, Marieke Kruit, turut menyatakan pentingnya APFF sebagai sarana untuk memperkuat pemahaman antarbudaya.

"Film merupakan bahasa universal yang mampu melampaui batas budaya, tradisi dan kebangsaan," ujarnya.

Film “SORE” Jadi Pembuka, Angklung Jadi Simbol Kebersamaan

Festival resmi dibuka pada Senin, 9 Februari 2026, dengan dihadiri para duta besar dan kepala perwakilan negara-negara Asia Pasifik.

Seluruh tamu undangan memainkan alat musik tradisional Indonesia, angklung, sebagai simbol harmoni dan kebersamaan lintas budaya.

Film Indonesia berjudul “SORE: Istri dari Masa Depan” karya sutradara Yandy Laurens ditayangkan sebagai film pembuka.

Film ini dipilih karena kualitas artistik dan temanya yang relevan secara lintas budaya, serta telah meraih 13 nominasi dan memenangkan 10 penghargaan.

Sebanyak 330 penonton hadir menyaksikan penayangan tersebut.

Festival Film Asia Pasifik 2026 berlangsung dari 9 hingga 26 Februari 2026, diikuti oleh berbagai negara seperti Australia, kawasan Pasifik, Vietnam, Korea Selatan, Filipina, Thailand, India, Pakistan, dan Jepang.

Film-film yang ditampilkan mengangkat berbagai tema seperti refleksi kehidupan, isu-isu aktual, sejarah, identitas, dan budaya.

Penulis :
Ahmad Yusuf