
Pantau - KH Ahmad Dahlan, merupakan tokoh yang dihormati dalam sejarah Indonesia karena kontribusinya yang besar dalam pengembangan pendidikan Islam modern dan gerakan sosial keagamaan.
Ia dikenal sebagai pendiri organisasi Muhammadiyah, sebuah gerakan Islam yang memiliki pengaruh besar dalam transformasi sosial dan pendidikan di Indonesia.
Terlahir dengan nama Muhammad Darwis pada tanggal 1 Agustus 1868 di desa Kauman, Yogyakarta, Ahmad Dahlan memiliki semangat untuk mengubah paradigma dengan membawa ajaran Islam yang inklusif dan berdampingan dengan ilmu pengetahuan.
Pada masa itu, dunia Islam di Indonesia masih didominasi oleh tradisi-tradisi keagamaan yang kaku dan minim akses pendidikan modern.
Perjalanan intelektual Ahmad Dahlan dimulai ketika beliau menempuh pendidikan di Pesantren Tegalsari, Ponorogo.
Setelah menyelesaikan pendidikan formalnya, beliau melanjutkan studi ke Mekkah dan berguru kepada ulama-ulama terkemuka pada masanya. Pengalaman inilah yang memperkaya wawasan dan pemahaman keislaman dirinya.
Setelah kembali dari Mekkah pada tahun 1899, Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah di Yogyakarta pada 18 November 1912.
Muhammadiyah didirikan sebagai jawaban atas kebutuhan akan pendidikan Islam yang lebih modern dan inklusif serta untuk memperbaiki kondisi sosial umat Islam pada masa itu.
Salah satu fokus utama Muhammadiyah adalah pendidikan. Ahmad Dahlan mendirikan sekolah-sekolah modern yang menggabungkan ajaran Islam dengan ilmu pengetahuan umum.
Hal ini bertujuan untuk membebaskan umat Islam dari keterbelakangan intelektual dan mempersiapkan mereka menghadapi perubahan zaman.
Selain dalam bidang pendidikan, Ahmad Dahlan juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan dakwah. Ia memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat dan upaya peningkatan kesejahteraan umat Islam.
Kehidupan Ahmad Dahlan tidak lepas dari tantangan dan hambatan, baik dari dalam maupun luar. Namun, semangat dan kegigihan beliau dalam memperjuangkan misi pendidikan dan keagamaan tidak pernah surut.
Sebelum wafat pada tanggal 23 Februari 1923, Ahmad Dahlan memberikan satu pesan yang hingga saat ini menjadi prinsip bagi para penerusnya.
“Jangan hidup dari Muhammadiyah, tapi hidup-hidupilah Muhammadiyah,” demikian pesan terakhirnya kala itu.
Kini, Muhammadiyah telah menjadi salah satu kekuatan sosial dan keagamaan terbesar di Indonesia, dengan jaringan sekolah, rumah sakit, dan berbagai lembaga sosial lainnya yang tersebar di seluruh nusantara.
Semangat perjuangan dan kontribusi Ahmad Dahlan merupakan inspirasi bagi banyak orang dalam memperjuangkan pendidikan, keadilan, dan kesejahteraan umat.
- Penulis :
- Aditya Andreas
- Editor :
- Fadly Zikry







