
Pantau - Fenomena hubungan lintas generasi semakin marak terjadi di era modern ini. Salah satu istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan hubungan semacam ini adalah "gadun". Istilah yang satu ini seringkali menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Lantas, apa sebenarnya yang melatarbelakangi munculnya istilah "gadun"?
Istilah gadun bukan hal baru di masyarakat, sebenarnya istilah gadun sudah populer sejak tahun 2000-an. Namun, belakangan ini masyarakat mulai sering mengucap kata itu berulang kali. Gadun memang cukup populer dan seringkali dikaitkan dengan hubungan antara pria dewasa dengan wanita yang jauh lebih muda.
Apa arti gadun?
Istilah "gadun" telah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda. Namun, tak semua orang memahami secara jelas apa yang dimaksud dengan istilah ini. Secara sederhana, gadun merujuk pada seorang pria dewasa, biasanya berusia di atas 35 tahun, yang menjalin hubungan romantis atau seksual dengan perempuan yang jauh lebih muda darinya. Perempuan yang terlibat dalam hubungan seperti ini sering disebut sebagai "sugar baby".
Baca juga: Mengenal Arti Jet Lag, Penyebab hingga Pencegahannya
Ciri-ciri Gadun
- Usia umumnya jauh lebih tua dari pasangannya
- Biasanya memiliki status ekonomi yang stabil atau bahkan kaya
- Tertarik menjalin hubungan dengan perempuan yang jauh lebih muda, seringkali dengan tujuan pemenuhan kebutuhan seksual atau ego
- Seringkali memanjakan pasangannya dengan memberikan materi atau fasilitas lainnya
Baca juga: Arti Have Fun dan Contoh Penggunaannya
Dampak Fenomena “Gadun”
- Eksploitasi
Perempuan yang terlibat dalam hubungan gadun seringkali menjadi korban eksploitasi, baik secara fisik, emosional, maupun finansial
- Trauma pada Anak-anak
Anak-anak dari keluarga yang terpengaruh oleh perilaku gadun dapat mengalami dampak psikologis yang dapat memengaruhi perkembangan mereka dalam jangka panjang.
- Stigma Sosial
Baik gadun maupun sugar baby seringkali mendapat stigma negatif dari masyarakat, yang dapat berdampak pada kesehatan mental dan sosial mereka
Baca juga: Mengenal Arti Self-Love: Manfaat hingga Cara Menerapkannya dalam Kehidupan Sehari-hari
Perdebatan tentang fenomena gadun masih terus berlangsung. Apakah ini hanya sebuah tren yang sementara, ataukah mencerminkan perubahan dalam nilai-nilai yang ada di masyarakat? Yang jelas, fenomena ini membuat kita untuk terus berpikir dengan hati-hati tentang bagaimana hubungan antar manusia seharusnya.
(Laporan: Laury Kaniasti)
- Penulis :
- Nur Nasya Dalila



