
Pantau - Menyambut pergantian tahun, banyak negara di dunia merayakan malam tahun baru dengan cara yang tidak biasa—mulai dari memakan anggur, mengenakan pakaian putih, hingga melempar piring ke depan rumah.
Malam tahun baru umumnya menjadi momen reflektif untuk mengucapkan selamat tinggal pada tahun yang berlalu dan menyambut awal yang baru, biasanya dirayakan dengan kembang api, makanan, dan pesta.
Namun, tradisi di berbagai belahan dunia menunjukkan keunikan masing-masing budaya dalam merayakan momen ini.
Tradisi Unik dari Eropa hingga Amerika Latin
Di Spanyol, saat tengah malam, masyarakat memakan 12 butir anggur hijau secara berurutan—satu untuk setiap bulan dalam setahun—sebagai simbol keberuntungan.
Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1895 dan mulai populer pada 1909.
Di Brazil, orang-orang mengenakan pakaian putih sebagai lambang perdamaian dan kebahagiaan, berharap memulai Januari dengan baik.
Masyarakat Kolombia punya cara unik untuk menarik peluang bepergian: mereka membawa koper kosong pada malam tahun baru sebagai simbol harapan akan petualangan di tahun mendatang.
Di Yunani, tradisi menggantung bawang di pintu rumah dilakukan sebagai lambang kelahiran kembali.
Orang tua bahkan memukul kepala anak-anak secara lembut dengan bawang sebagai ritual pembuka tahun.
Sementara itu di Skotlandia, perayaan Hogmanay dimeriahkan dengan tradisi Loony Dook, yaitu berenang di perairan dingin Firth of Forth dengan kostum nyentrik.
Di Denmark, masyarakat memecahkan piring tidak terpakai di depan rumah kerabat atau sahabat.
Makin banyak pecahan piring di depan rumah, makin populer seseorang dianggap, dan diyakini membawa keberuntungan.
Di Finlandia, warga melelehkan tapal kuda mini dari timah, lalu mencelupkannya ke air dingin.
Bentuk logam yang mengeras ditafsirkan sebagai pertanda nasib di tahun baru, seperti hati atau semanggi berdaun empat.
Makanan sebagai Simbol Harapan dan Keberuntungan
Masyarakat Estonia merayakan tahun baru dengan makan tujuh jenis makanan berbeda, atau sesuai angka keberuntungan mereka, sebagai simbol kemakmuran.
Tradisi ini dilakukan pada Hari Tahun Baru.
Di Jerman, donat bernama Berliner atau Krapfen menjadi sajian khas.
Donat ini diisi dengan selai buah, jeli, cokelat, atau krim vanila dan dilapisi gula, menjadikannya simbol kebahagiaan dan keberuntungan.
Beragam tradisi tersebut mencerminkan bagaimana budaya di seluruh dunia mengekspresikan harapan, keberuntungan, dan kebahagiaan menjelang tahun yang baru.
- Penulis :
- Gerry Eka








