Pantau Flash
HOME  ⁄  Lifestyle

Taman Angkor Kamboja Dikunjungi Hampir 1 Juta Wisatawan Internasional pada 2025, Pendapatan Turun 6,5 Persen

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Taman Angkor Kamboja Dikunjungi Hampir 1 Juta Wisatawan Internasional pada 2025, Pendapatan Turun 6,5 Persen
Foto: (Sumber: Para wisatawan mengunjungi Angkor Wat di Provinsi Siem Reap, Kamboja, pada 15 April 2025. (ANTARA/Xinhua/Sao Khuth).)

Pantau - Taman Arkeologi Angkor di Kamboja mencatat kunjungan sebanyak 955.131 wisatawan internasional sepanjang tahun 2025, menurut data resmi dari Angkor Enterprise yang dirilis pada Kamis, 1 Januari 2026.

Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 6,7 persen secara tahunan (year on year/yoy), disertai penurunan pendapatan dari penjualan tiket yang mencapai 44,7 juta dolar AS, atau turun 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan Wisatawan Terjadi Juga di Bulan Desember

Pada bulan Desember 2025 saja, Taman Angkor menerima 87.936 wisatawan asing, menghasilkan pendapatan sebesar 4,23 juta dolar AS.

Angka tersebut masing-masing turun 30 persen dan 28,5 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2024.

Negara asal utama wisatawan yang berkunjung ke situs warisan dunia ini adalah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China, dan Korea Selatan.

Taman Angkor terletak di Provinsi Siem Reap, barat laut Kamboja, dan merupakan situs warisan dunia UNESCO yang menaungi 91 candi kuno yang dibangun antara abad ke-9 hingga ke-13.

Harapan Baru dari Kebijakan Bebas Visa bagi Turis China

Wakil Direktur Pusat Studi China-ASEAN di Universitas Teknologi dan Sains Kamboja (CamTech), Thong Mengdavid, menyatakan bahwa kebijakan uji coba bebas visa bagi wisatawan China yang berlaku dari 15 Juni hingga 15 Oktober 2026, bisa menjadi katalis jangka panjang bagi kebangkitan sektor pariwisata Kamboja.

Ia menilai bahwa kebijakan ini dapat menurunkan hambatan perjalanan dan mendorong arus masuk wisatawan baru maupun yang ingin berkunjung kembali.

“Jika kebijakan ini disertai promosi tertarget, layanan digital yang efisien, dan infrastruktur pariwisata yang kuat, maka kunjungan wisatawan China ke Taman Angkor dapat melampaui angka prapandemi,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut juga akan memperkuat posisi Angkor sebagai salah satu destinasi budaya paling ikonik di Asia.

Penulis :
Gerry Eka