
Pantau - LPPOM MUI menggelar Malam Grand Final Gen Halal Championship di Bogor pada Sabtu malam, 10 Januari 2026, sebagai upaya memperkuat literasi halal di kalangan generasi muda Indonesia.
Direktur Utama LPPOM MUI, Muti Arintawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil rebranding dari program sebelumnya yang dikenal dengan nama Olimpiade Halal.
"Kegiatan ini bukan pertama kali, sudah pernah diadakan dengan nama Olimpiade Halal. Di tahun 2025 kita hidupkan kembali dengan menata ulang dan rebranding, sehingga hadirlah Gen Halal Championship," ungkapnya.
Ribuan Pelajar Terlibat, Halal Jadi Nilai Universal
Sebanyak 1.493 pelajar dari seluruh Indonesia mendaftar secara daring untuk mengikuti ajang ini.
Setelah melalui seleksi ketat, terpilih 45 finalis yang kemudian mengikuti bootcamp selama tiga hari sejak 9 Januari 2026.
Para finalis mewakili 13 provinsi, 20 kota, dan 32 sekolah, serta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk peserta non-Muslim.
"Hal ini membuktikan bahwa halal adalah nilai universal," kata Muti.
Mengusung tema Explore, Compete, Inspire, Gen Halal Championship dirancang untuk mendorong peserta menggali wawasan halal secara luas dan menjadi duta gaya hidup halal di daerah masing-masing.
Muti juga menyampaikan harapannya agar para peserta membawa inspirasi halal ke dalam kehidupan sehari-hari.
"Tentunya harapan dari kami adalah ketika kalian pulang ke daerah masing-masing bawalah inspirasi halal ini sampai ke kehidupan kalian sehari-hari," ia menambahkan.
Literasi Halal Masih Lemah, Perlu Didorong Sejak Dini
Meski Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Muti menilai bahwa literasi halal di masyarakat masih belum maksimal.
Menurutnya, tanpa pemahaman yang memadai, konsumen tidak akan menuntut pelaku usaha untuk menjamin kehalalan produk.
"Tuntutan dari masyarakat akan muncul kalau punya ilmu yang cukup. Dengan begitu, halal diharapkan berkembang pesat untuk meningkatkan kualitas bangsa," jelasnya.
Wakil Ketua Umum MUI sekaligus Dewan Pengarah LPPOM, Cholil Nafis, menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk menyiapkan ekosistem halal sejak dini.
"Ini adalah acara yang sangat brilian, menyiapkan ekosistem halal, menyiapkan generasi muda yang sadar halal yang menjadi motor penggerak bagaimana menciptakan halal di segala bidang," ungkapnya.
Cholil menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam memperluas kesadaran halal di berbagai sektor kehidupan.
- Penulis :
- Gerry Eka





