Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Lima Kondisi Penyakit yang Harus Menghindari Asupan Garam Berlebih

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Lima Kondisi Penyakit yang Harus Menghindari Asupan Garam Berlebih
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Garam. ANTARA/HO-Pexels/Lorena Martinez.)

Pantau - Garam sering dianggap musuh dalam dunia diet, namun menurut Dr. Dmitry Yaranov, ahli jantung dan transplantasi jantung, garam tidak selalu berbahaya — kecuali bagi individu dengan kondisi medis tertentu.

"Garam bukanlah bumbu pada tubuh tertentu. Garam adalah bahan bakar bagi penyakit," ungkapnya.

Berikut lima kondisi penyakit yang perlu membatasi atau menghindari konsumsi garam secara ketat.

1. Gagal Jantung

Pasien gagal jantung sangat rentan terhadap efek buruk natrium karena kelebihan garam dapat menyebabkan retensi cairan.

Penumpukan cairan ini memperburuk kondisi jantung dan sering kali berujung pada rawat inap berulang, yang pada akhirnya dapat menurunkan angka harapan hidup.

2. Hipertensi Resisten

Penderita hipertensi resisten — yaitu mereka yang membutuhkan tiga hingga empat obat untuk mengontrol tekanan darah — harus ekstra hati-hati.

"Jika tekanan darah Anda membutuhkan tiga hingga empat obat, garam bukanlah 'netral'. Ini adalah sabotase," tegas Dr. Yaranov.

3. Penyakit Ginjal Kronis

Bagi pasien dengan gangguan ginjal kronis, konsumsi garam yang tinggi dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal.

Selain itu, kelebihan natrium juga menyulitkan tubuh dalam mengendalikan volume cairan, yang semakin membebani kerja ginjal.

4. Hipertensi Portal

Hipertensi portal adalah kondisi tekanan darah tinggi pada sistem vena portal, sering kali akibat sirosis hati.

Dalam kondisi ini, garam dapat memperburuk gejala asites, yaitu penumpukan cairan di rongga perut yang bisa mengganggu fungsi organ.

5. Lansia dengan Kekakuan Pembuluh Darah

Seiring bertambahnya usia, elastisitas pembuluh darah menurun, dan arteri menjadi lebih kaku.

Kondisi ini membuat tubuh lansia lebih sulit mengatur kadar natrium, sehingga konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Garam Tidak Selalu Jahat, Tapi Harus Disesuaikan

Dr. Yaranov menegaskan bahwa bagi orang sehat, natrium tetap penting bagi tubuh.

Mineral ini berperan vital dalam transmisi sinyal saraf, kontraksi otot, keseimbangan cairan, serta pengaturan tekanan darah.

"Garam bukanlah musuh bagi semua orang. Garam tidak menghancurkan umat manusia. Saran kesehatan yang terlalu disederhanakanlah yang melakukannya. Natrium itu penting. Saraf. Otot. Pengaturan tekanan darah. Kehidupan," pungkasnya.

Penulis :
Gerry Eka