Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Louvre Abu Dhabi, Simbol Ambisi Budaya UEA di Tengah Teluk Persia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Louvre Abu Dhabi, Simbol Ambisi Budaya UEA di Tengah Teluk Persia
Foto: (Sumber: Louvre Abu Dhabi berdiri di atas perairan Teluk Persia, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Kamis (15/1/2026). ANTARA/Shofi Ayudiana.)

Pantau - Berdiri di atas perairan Teluk Persia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Louvre Abu Dhabi hadir sebagai museum universal pertama di dunia Arab yang menggabungkan arsitektur modern dengan kekayaan tradisi lokal.

Museum ini dirancang oleh arsitek asal Prancis, Jean Nouvel, yang menciptakan desain berkonsep rendah dan menyebar di atas air, menciptakan kesan sederhana namun monumental.

Kubah ikoniknya terdiri dari sepuluh lapisan pola beranyam yang terinspirasi dari daun palem tradisional, menghasilkan efek cahaya yang dikenal sebagai rain of light.

Di antara bangunan museum, terdapat sistem air yang menyerupai falaj, jaringan irigasi tradisional Arab yang menambah nuansa damai dan tenang.

Louvre Abu Dhabi: Diplomasi Budaya dan Identitas Global Baru

Diresmikan pada tahun 2017 dan berlokasi di Pulau Saadiyat, Louvre Abu Dhabi menjadi bagian dari visi besar UEA menjadikan seni dan budaya sebagai pilar identitas global, melampaui citra negara penghasil minyak.

Kawasan Pulau Saadiyat sendiri tengah dikembangkan sebagai distrik budaya internasional, dengan museum-museum besar lainnya seperti Guggenheim Abu Dhabi dan Zayed National Museum sedang dalam tahap pembangunan.

Louvre Abu Dhabi lahir dari perjanjian antara pemerintah UEA dan Prancis pada 6 Maret 2007.

Melalui kemitraan ini, Abu Dhabi memperoleh hak untuk menggunakan nama Louvre serta mendapatkan dukungan kuratorial dan keahlian dari Prancis.

Bagi UEA, penggunaan nama Louvre memberikan legitimasi dan pengakuan global terhadap museum mereka.

Sementara itu, bagi Prancis, proyek ini menjadi inisiatif kebudayaan terbesar di luar negeri, memperluas pengaruh budaya mereka ke kawasan Teluk.

Kolaborasi ini menjadi bentuk diplomasi budaya yang memperkuat hubungan bilateral serta menempatkan Louvre Abu Dhabi dalam jaringan museum kelas dunia.

Louvre Abu Dhabi kini dipandang sebagai instrumen soft power UEA yang berperan penting dalam membentuk persepsi global terhadap negara tersebut di masa depan.

Penulis :
Ahmad Yusuf