Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Sampel Rambut Bantu Ungkap Dampak Stres terhadap Anak Autistik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sampel Rambut Bantu Ungkap Dampak Stres terhadap Anak Autistik
Foto: (Sumber: Anak-anak bersenang-senang selama Festival Bulan Canberra 2025 di Canberra, Australia, 7 September 2025. Acara ini diadakan di sini dari tanggal 5 hingga 7 September. ANTARA/Xinhua/Chu Chen.)

Pantau - Penelitian di Australia yang dilaporkan Neuroscience Research Australia menunjukkan bahwa pengukuran kortisol pada rambut dapat membantu mengungkap dampak stres pada anak autistik sebagai pelengkap penilaian perilaku.

Studi tersebut melibatkan lebih dari 580 anak autistik, saudara kandung nonautistik, serta anak nonautistik tanpa hubungan keluarga dengan rentang usia 2 hingga 17 tahun.

Peneliti menemukan bahwa konsentrasi kortisol rambut yang lebih rendah berkaitan dengan tingkat keparahan autisme yang lebih tinggi.

Keparahan tersebut terutama terkait dengan tekanan terinternalisasi, gangguan perilaku, serta Attention Deficit Hyperactivity Disorder komorbid.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kortisol rambut yang lebih tinggi berhubungan dengan kecemasan tidur dan frekuensi terbangun pada malam hari.

Faktor lain yang berkaitan dengan kadar kortisol lebih tinggi adalah pendapatan keluarga yang lebih rendah.

Anak usia lebih muda juga cenderung memiliki konsentrasi kortisol rambut yang lebih tinggi.

Adam Walker dari NeuRA menilai temuan ini memperkuat pemahaman biologis mengenai stres kronis pada anak autistik.

Profesor Valsamma Eapen dari UNSW menilai pengukuran kortisol rambut sebagai metode noninvasif dan andal untuk menilai stres kronis.

Metode ini dinilai mampu menggambarkan tingkat stres dalam rentang waktu tiga hingga enam bulan.

Pengukuran kortisol rambut juga dianggap lebih praktis dibandingkan tes darah atau air liur yang bersifat akut.

Penulis :
Ahmad Yusuf