Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Menjelaskan Pengaruh Postur Duduk terhadap Tekanan dan Kesehatan Tulang Belakang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dokter Menjelaskan Pengaruh Postur Duduk terhadap Tekanan dan Kesehatan Tulang Belakang
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Duduk dalam waktu lama menimbulkan tekanan pada tulang belakang. (Pexels).)

Pantau - Duduk dalam waktu lama diketahui menimbulkan tekanan pada tulang belakang, bahkan posisi duduk disebut menghadirkan tekanan lebih besar dibandingkan saat berdiri.

Ilustrasi medis menunjukkan bahwa semakin lama seseorang berada dalam satu posisi duduk, tekanan yang diterima tulang belakang akan semakin besar.

Tekanan Berbeda pada Setiap Postur Duduk

Dokter ahli bedah ortopedi Manan Vora menjelaskan bahwa setiap postur duduk memberikan tingkat tekanan yang berbeda pada tulang belakang.

Menjawab pertanyaan apakah duduk tegak lebih baik daripada membungkuk, ia menegaskan bahwa keduanya sama-sama menimbulkan tekanan.

Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada postur yang dianggap sempurna, melainkan pada durasi berada dalam satu posisi.

Ia menyatakan, "Penelitian menunjukkan bahwa memaksa diri untuk duduk tegak dalam waktu lama sebenarnya dapat meningkatkan kompresi tulang belakang, karena otot inti tetap tegang terus-menerus," katanya.

Ia menambahkan, "Di sisi lain, membungkuk sepenuhnya meratakan lengkungan alami tulang belakang dan seringkali meningkatkan tekanan pada cakram tulang belakang lebih jauh lagi," ia menambahkan.

Ia menyimpulkan bahwa tidak ada postur duduk yang sepenuhnya melindungi tulang belakang jika dipertahankan dalam waktu lama.

Pentingnya Gerakan dan Variasi Posisi

Menurut Dr. Vora, mempertahankan postur duduk tegak secara kaku selama berjam-jam dapat meningkatkan kompresi pada struktur tulang belakang.

Duduk membungkuk juga menggeser beban tubuh dan meningkatkan tekanan pada cakram tulang belakang.

Posisi sedikit bersandar dengan penopang punggung yang baik dinilai dapat membantu mengurangi tekanan, namun tetap tidak boleh dipertahankan terlalu lama tanpa diselingi pergerakan.

"Tulang belakang Anda bukanlah pilar. Ini adalah struktur dinamis yang terdiri atas 24 ruas tulang belakang yang dapat bergerak, cakram elastis, ligamen, dan otot. Secara biologis, tulang belakang dirancang untuk bergerak, bukan kaku," Dr Vora menjelaskan.

Ia menegaskan bahwa postur duduk paling sehat adalah postur yang tidak dipertahankan terlalu lama.

Kunci menjaga kesehatan tulang belakang adalah gerakan dan variasi yang teratur, bukan kesempurnaan postur.

"Intinya, postur paling sehat adalah postur yang Anda ubah secara teratur. Tulang belakang Anda dirancang untuk bergerak, bukan untuk membeku dalam satu posisi," katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf