
Pantau - Manajemen Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menegaskan pelayanan kesehatan tetap berjalan bagi seluruh pasien terutama dalam kondisi darurat meskipun status kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) sedang tidak aktif.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas isu penolakan pasien BPJS PBI nonaktif yang sempat viral dan ramai diperbincangkan masyarakat.
Direktur Medis dan Keperawatan RSCM dr. Renan Sukmawan mengatakan dalam keterangan di Jakarta pada Jumat bahwa "RSCM selalu menerapkan patient first. Layani pasiennya dulu, administrasi belakangan.", ungkapnya.
Ia menegaskan rumah sakit memastikan pasien mendapatkan penanganan medis terlebih dahulu sementara persoalan administrasi dapat diselesaikan setelahnya.
Menurut Renan keselamatan pasien menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan termasuk bagi peserta PBI yang status kepesertaannya belum aktif.
Untuk kasus penyakit katastropik atau kondisi yang mengancam nyawa ia menyebut sistem akan melakukan aktivasi kepesertaan secara otomatis.
Ia berharap informasi tersebut dapat memberikan rasa tenang kepada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
Renan kembali mengimbau masyarakat agar tidak ragu datang ke rumah sakit meskipun menghadapi kendala administrasi atau pembiayaan.
"Setiap saat kami akan layani. Jangan pikir administrasi. Bahkan kalau misalnya memang tidak ada dana sama sekali, tidak akan kami permasalahkan, yang penting nyawanya bisa tertolong.", tegasnya.
Renan menekankan komitmen RSCM dalam mengedepankan penyelamatan nyawa pasien di atas persoalan administratif maupun pembiayaan.
Ia memastikan tidak ada penundaan penanganan medis hanya karena kendala status kepesertaan BPJS PBI yang belum aktif.
Selain memastikan keberlangsungan layanan RSCM juga terus memperkuat kapasitas pelayanan khususnya dalam hal ketersediaan jumlah tempat tidur.
Peningkatan kapasitas dilakukan seiring meningkatnya jumlah pasien setiap tahun yang mayoritas merupakan kasus rujukan penyakit berat dan membutuhkan penanganan intensif.
"RSCM terus mengembangkan kapasitasnya, dari sebelumnya dua tahun yang lalu, 900 tempat tidur, sekarang 1.280.", jelas Renan.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







