
Pantau - Pemudik yang melintasi Kota Bandung dapat mampir mencicipi kuliner legendaris Batagor Yunus yang telah berdiri sejak tahun 1972 di Jalan Raya Kopo Nomor 68.
Anak pemilik Batagor Yunus Redi Gunawan mengatakan usaha tersebut pertama kali dirintis oleh almarhum ayahnya Yunus.
Usaha tersebut dimulai dengan berjualan batagor di kawasan Jalan Kopo, Bandung.
"Almarhum bapak mulai jualan dari tahun 1972 di sini," kata Redi.
Hingga saat ini Batagor Yunus masih beroperasi di lokasi yang sama di Jalan Raya Kopo Nomor 68, Kota Bandung.
Tempat tersebut biasanya buka setiap hari mulai sekitar pukul 09.00 hingga malam hari.
Redi menyebut menjelang musim mudik Lebaran penjualan batagor di tempat tersebut mengalami peningkatan.
Banyak pembeli membeli batagor untuk dijadikan oleh-oleh.
"Kalau peak season Lebaran seperti ini biasanya ramai yang beli untuk oleh-oleh. Kami buka jam 9 pagi, tapi biasanya sudah banyak yang order sejak pagi," ujarnya.
Banyak Dibawa Pemudik hingga ke Luar Negeri
Batagor yang dijual di tempat tersebut dapat dibawa bepergian oleh pemudik karena memiliki daya tahan cukup lama.
Redi menjelaskan batagor dengan kemasan biasa dapat bertahan hingga dua hari pada suhu ruang.
Batagor dapat bertahan hingga tujuh hari jika disimpan di dalam kulkas.
Batagor dengan kemasan vakum dapat bertahan sekitar empat hari pada suhu ruang.
Batagor juga dapat bertahan hingga tiga minggu jika disimpan dalam freezer.
Ia mengatakan banyak pelanggan yang membawa batagor tersebut ke luar kota bahkan ke luar negeri.
"Ada yang bawa ke Jerman, Eropa, Amerika. Banyak juga yang bawa untuk oleh-oleh umroh," katanya.
Pengunjung Batagor Yunus tidak hanya berasal dari Kota Bandung.
Banyak pengunjung datang dari luar kota seperti wilayah Jabodetabek.
Selain itu pengunjung juga datang dari Surabaya, Yogyakarta, hingga Bali.
Penjualan Bisa Tembus 5.000 Porsi Saat Musim Liburan
Dalam satu hari Batagor Yunus dapat menjual sekitar 2.000 porsi pada hari biasa.
Jumlah penjualan meningkat menjadi 3.000 hingga 4.000 porsi pada akhir pekan.
Pada musim liburan seperti Lebaran atau Tahun Baru penjualan dapat mencapai lebih dari 5.000 porsi per hari.
Redi menyebut salah satu hal yang membedakan Batagor Yunus dengan batagor lainnya adalah penggunaan bahan yang segar.
Proses produksi juga dilakukan langsung di tempat.
"Untuk bahan utama seperti ikan tenggiri dan tepung kanji itu benar-benar kami jaga kualitasnya. Tidak semua ikan tenggiri bisa dipakai untuk batagor," ujarnya.
Saat ini Batagor Yunus masih mempertahankan konsep usaha keluarga.
Usaha tersebut juga belum membuka cabang meskipun telah menerima banyak permintaan kerja sama waralaba.
Harga batagor di tempat tersebut sekitar Rp6.000 per potong.
Sementara menu mie baso dijual mulai dari Rp20.000.
- Penulis :
- Gerry Eka








