
Pantau - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menilai tidak ada hubungan antara pencurian di rumah jaksa KPK berinisial FA dengan kasus dugaan suap mantan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.
Pembobolan disertai pencurian terjadi di rumah jaksa FAN di Wirobrajan, Kota Yogyakarta pada Sabtu (24/12/2022) siang.
"Tidak ada hubungannya saya kira. Kita tidak berasumsi bahwa hilangnya laptop itu ada kaitannya dengan perkara Wali Kota Yogyakarta," ujar Alex di Gedung Juang KPK, Jakarta, Selasa (27/12/2022).
Jaksa FAN merupakan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penuntutan KPK yang sedang menangani perkara di Pengadilan Tipikor Jogja. Dalam peristiwa pencurian itu, sejumlah berkas digondol maling. Termasuk sebuah laptop yang berisi data sejumlah kasus.
Menurut Alex, apabila ada berkas yang hilang, pihaknya memiliki cadangan atau backup data yang memang sudah ada di KPK. Sehingga, berkas-berkas kasus yang ditangani KPK aman jika terjadi peristiwa serupa.
"Seingat saya, mungkin sudah lebih dari lima kali dari KPK yang kecurian laptop karena kelalaian dan sebagainya," kata Alex.
Saat ini polisi masih mendalami kasus pencurian di rumah jaksa FAN, termasuk motifnya.
“Motifnya masih kami dalami, bekerja sama dengan Polda DIY,” kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta AKP Archye Nevadha di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (27/12/2022).
Menurut Archye, polisi masih mempelajari berdasarkan fakta di lapangan dengan memeriksa sejumlah saksi.
Berbagai hal sebelum peristiwa tersebut juga tidak luput dari perhatian polisi untuk didalami.
“Masih kami dalami, yang jelas kami masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Archye.
Ia menjelaskan kasus pembobolan disertai pencurian terjadi beberapa saat setelah FAN meninggalkan kediamannya pada Sabtu (24/12/2022) siang untuk pergi ke Wonogiri, Jawa Tengah.
“Rencana mau pulang ke Wonogiri hanya sehari setelah itu balik ke Yogyakarta lagi untuk menyelesaikan pekerjaannya,” kata dia.
Baca juga: Pembobol Rumah Jaksa KPK di Yogyakarta Akhirnya Teridentifikasi!
Sebelum beranjak ke Wonogiri, FAN yang menyempatkan mampir di sebuah warung soto di kawasan Yogyakarta bersama keluarga memperoleh informasi terkait kondisi rumahnya.
FAN kemudian pulang untuk mengecek kondisi rumahnya di Wirobrajan, Kota Yogyakarta.
Gerbang serta pintu utama rumah FAN disebutkan dalam kondisi sudah terbuka dan rusak. Dalam peristiwa itu, sebuah laptop beserta tas, hard disk eksternal, telepon genggam, dan digital video recorder (DVR) CCTV di rumah FAN hilang.
Archye mengatakan polisi tidak bisa berspekulasi bahwa kasus tersebut terkait dengan berkas-berkas yang tersimpan di dalam laptop milik FAN.
“Kami tidak bisa berasumsi. Intinya kami masih mendalami proses penyelidikan terkait perkara tersebut,” kata dia.
Kepala Kepolisian Resor Kota Yogyakarta Kombes Pol. Idham Mahdi menyebut telah mengidentifikasi terduga pelaku pembobolan dan pencurian di rumah FAN melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar TKP.
Meski belum dipastikan jumlahnya, terduga pelaku terindentifikasi menggunakan kendaraan roda dua. Baca Pembobol Rumah Jaksa KPK di Yogyakarta Akhirnya Teridentifikasi!
Pembobolan disertai pencurian terjadi di rumah jaksa FAN di Wirobrajan, Kota Yogyakarta pada Sabtu (24/12/2022) siang.
"Tidak ada hubungannya saya kira. Kita tidak berasumsi bahwa hilangnya laptop itu ada kaitannya dengan perkara Wali Kota Yogyakarta," ujar Alex di Gedung Juang KPK, Jakarta, Selasa (27/12/2022).
Jaksa FAN merupakan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penuntutan KPK yang sedang menangani perkara di Pengadilan Tipikor Jogja. Dalam peristiwa pencurian itu, sejumlah berkas digondol maling. Termasuk sebuah laptop yang berisi data sejumlah kasus.
Menurut Alex, apabila ada berkas yang hilang, pihaknya memiliki cadangan atau backup data yang memang sudah ada di KPK. Sehingga, berkas-berkas kasus yang ditangani KPK aman jika terjadi peristiwa serupa.
"Seingat saya, mungkin sudah lebih dari lima kali dari KPK yang kecurian laptop karena kelalaian dan sebagainya," kata Alex.
Saat ini polisi masih mendalami kasus pencurian di rumah jaksa FAN, termasuk motifnya.
“Motifnya masih kami dalami, bekerja sama dengan Polda DIY,” kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta AKP Archye Nevadha di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (27/12/2022).
Menurut Archye, polisi masih mempelajari berdasarkan fakta di lapangan dengan memeriksa sejumlah saksi.
Berbagai hal sebelum peristiwa tersebut juga tidak luput dari perhatian polisi untuk didalami.
“Masih kami dalami, yang jelas kami masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Archye.
Ia menjelaskan kasus pembobolan disertai pencurian terjadi beberapa saat setelah FAN meninggalkan kediamannya pada Sabtu (24/12/2022) siang untuk pergi ke Wonogiri, Jawa Tengah.
“Rencana mau pulang ke Wonogiri hanya sehari setelah itu balik ke Yogyakarta lagi untuk menyelesaikan pekerjaannya,” kata dia.
Baca juga: Pembobol Rumah Jaksa KPK di Yogyakarta Akhirnya Teridentifikasi!
Sebelum beranjak ke Wonogiri, FAN yang menyempatkan mampir di sebuah warung soto di kawasan Yogyakarta bersama keluarga memperoleh informasi terkait kondisi rumahnya.
FAN kemudian pulang untuk mengecek kondisi rumahnya di Wirobrajan, Kota Yogyakarta.
Gerbang serta pintu utama rumah FAN disebutkan dalam kondisi sudah terbuka dan rusak. Dalam peristiwa itu, sebuah laptop beserta tas, hard disk eksternal, telepon genggam, dan digital video recorder (DVR) CCTV di rumah FAN hilang.
Archye mengatakan polisi tidak bisa berspekulasi bahwa kasus tersebut terkait dengan berkas-berkas yang tersimpan di dalam laptop milik FAN.
“Kami tidak bisa berasumsi. Intinya kami masih mendalami proses penyelidikan terkait perkara tersebut,” kata dia.
Kepala Kepolisian Resor Kota Yogyakarta Kombes Pol. Idham Mahdi menyebut telah mengidentifikasi terduga pelaku pembobolan dan pencurian di rumah FAN melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar TKP.
Meski belum dipastikan jumlahnya, terduga pelaku terindentifikasi menggunakan kendaraan roda dua. Baca Pembobol Rumah Jaksa KPK di Yogyakarta Akhirnya Teridentifikasi!
- Penulis :
- Aries Setiawan








