
Pantau.com - Empat hari pascainsiden gempa dan tsunami yang telah memporakporandakan Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sebanyak 26 negara tetangga dan dua organisasi internasional diketahui telah menawarkan berbagai macam bentuk bantuan. Namun, penawaran itu hingga saat ini masih dilakukan secara lisan.
"Ada 26 negara dan 2 organisasi internasional yang sudah menawarkan tapi sampai saat ini masih lisan," ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di Gedung Serbaguna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018.
Baca juga: 122 WNA Berhasil Dievakuasi Pascagempa dan Tsunami di Sulteng
Meski telah menawarkan bantuan, nantinya puluhan negara tetangga itu akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendata bantuan yang akan diberikan. Sebab, Sutopo menyebut bantuan yang akan diterima hanyalah bantuan yang diperlukan saja.
Bahkan, Sutopo menyebut untuk menyaring bantuan-bantuan itu, para negara tetangga yang telah menawarkan bantuan tersebut diminta untuk mengisi formulir. Sebab, untuk saat ini ia menyebut bantuan yang sangat dibutuhkan adalah transportasi.
"Nanti dalam mekanismenya akan diatur secara tertulis. Nantinya mereka akan mengisi formulir untuk mendata apa saja bantuan yang akan diberikan," kata Sutopo.
Baca juga: BNPB: Hingga Selasa Siang, Jumlah Korban Tewas Gempa Sulteng 1.234 Orang
Lebih lanjut, setelah bantuan itu telah melewati mekanisme yang ada dan telah dianggap sangat dibutuhkan oleh para korban bencana, nantinya pihak BNPB sendirilah yang akan mendistribusikan bantuan itu kepada korban-korban yang berada di beberapa titik.
"Nanti selama penyaluran ke lapangan akan bersama dengan BNPB" ungkap Sutopo.
- Penulis :
- Adryan N








