Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

GP Ansor Luncurkan BUMA untuk Konsolidasi Bisnis dan Kemandirian Ekonomi Nasional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

GP Ansor Luncurkan BUMA untuk Konsolidasi Bisnis dan Kemandirian Ekonomi Nasional
Foto: Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Addin Jauharudin pada peluncuran Badan Usaha Milik Ansor (sumber: GP Ansor)

Pantau - Gerakan Pemuda (GP) Ansor secara resmi meluncurkan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) sebagai holding company yang mengonsolidasikan berbagai unit bisnis strategis dalam satu struktur terpadu.

Peluncuran BUMA menjadi langkah penting dalam mendorong kemandirian ekonomi nasional, memberdayakan generasi muda, serta memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan bangsa.

Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin, mengungkapkan bahwa organisasi kepemudaan seperti Ansor tidak hanya bergerak dalam bidang sosial dan keagamaan, namun juga harus menjadi kekuatan ekonomi nasional.

"Di awal tahun 2022 kami pernah mengumpulkan data dari seluruh Indonesia, ada 40 ribu UMKM yang ada di bawah naungan GP Ansor. Hari ini, kita buktikan bahwa organisasi kepemudaan tidak hanya berbicara tentang gerakan sosial dan keagamaan, tapi juga harus menjadi kekuatan ekonomi," kata Addin.

Addin berharap jumlah UMKM yang bernaung di bawah GP Ansor akan terus meningkat dan menjadi penggerak utama ekonomi di tingkat akar rumput.

Ia menegaskan bahwa kader Ansor yang tersebar di berbagai kampung dapat menjadi roda penggerak utama UMKM dengan jenis usaha yang beragam.

"BUMA adalah kendaraan strategis Ansor untuk menciptakan kesejahteraan kolektif dan memperbesar kontribusi kita terhadap bangsa," ujar Addin.

Addin juga menambahkan bahwa dengan berbagai entitas usaha ritel yang dimiliki GP Ansor, potensi pembiayaan dan pelatihan usaha untuk para kader bisa semakin diperluas.

Prinsip Profesional dan Inklusif, BUMA Tawarkan Peluang Kerja Sama Global

CEO BUMA, Firmana Tri Andika, menjelaskan bahwa BUMA dibangun dengan prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan inovasi berkelanjutan.

Ia menyampaikan bahwa meskipun berasal dari organisasi kepemudaan, setiap anak perusahaan BUMA diarahkan untuk mengedepankan standar manajemen modern.

Selain itu, BUMA juga memiliki orientasi pasar global namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai keadilan sosial, kebangsaan, dan kerakyatan yang menjadi prinsip GP Ansor.

Saat ini, BUMA membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra swasta, BUMN, dan komunitas global untuk menciptakan kolaborasi dan pertumbuhan bersama.

"BUMA adalah wujud nyata semangat Ansor untuk mandiri, berdaya, dan berkontribusi. Kami mengundang semua pihak untuk bergabung dalam perjalanan ini, membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan," tutur Firmana.

BUMA menaungi berbagai perusahaan di sektor vital seperti teknologi informasi, ketenagakerjaan, tur dan perjalanan, ritel dan perdagangan, media dan event organizer, pertambangan, serta ekspor-impor.

Melalui struktur holding ini, BUMA akan mengintegrasikan kekuatan bisnis internal GP Ansor untuk mempercepat pertumbuhan usaha dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi kader muda di seluruh Indonesia.

Penulis :
Arian Mesa