Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

DPR Imbau Masyarakat Pantau Cuaca Resmi BMKG, Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

DPR Imbau Masyarakat Pantau Cuaca Resmi BMKG, Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Foto: (Sumber: Ilustrasi cuaca ekstrem. ANTARA/Wahyu Putro A/foc/pri)

Pantau - Anggota DPR RI, Mori Hanafi, mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum melakukan aktivitas, terutama di wilayah rawan bencana.

"Biasakan diri memeriksa aplikasi dan kanal resmi BMKG sebelum beraktivitas, terutama di wilayah rawan banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya," kata Mori.

Ia menekankan bahwa memantau informasi cuaca sangat penting untuk meminimalkan dampak bencana dan memungkinkan masyarakat mengambil tindakan cepat saat kondisi cuaca ekstrem terjadi.

Hati-Hati Informasi Tidak Terverifikasi dan Kesiapsiagaan Bersama

Selain itu, Mori mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan informasi cuaca yang tidak terverifikasi, yang bisa menambah kebingungan dan kepanikan.

Lebih lanjut, ia mendorong masyarakat untuk bekerja sama dengan aparat dan pemerintah daerah dalam menghadapi cuaca ekstrem.

"Keselamatan masyarakat tidak cukup hanya dengan informasi. Yang dibutuhkan adalah kesiapan bersama dan langkah cepat sebelum bencana terjadi," ujar Mori.

BMKG Waspadai Hujan Lebat dan Siklon Tropis

BMKG sendiri sebelumnya telah mengeluarkan peringatan mengenai potensi hujan lebat hingga ekstrem yang diperkirakan akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada Jumat ini.

Prakirawan BMKG, Alya Sausan, menyampaikan bahwa hujan lebat diperkirakan akan mengguyur wilayah Banten dan Jakarta, serta wilayah lain seperti Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, BMKG juga mendeteksi bibit siklon tropis 91S yang berada di wilayah Samudera Hindia Selatan Sumbawa. Dalam 48–72 jam ke depan, bibit siklon ini berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam kategori tinggi.

"Siklon ini dapat menyebabkan peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa Timur hingga Pulau Sumba, Bali, NTB, NTT, serta perairan utara Pulau Madura hingga Pulau Flores," tambah Alya.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti