
Pantau - Pos Pengamat Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan peningkatan signifikan aktivitas kegempaan dan erupsi gunung tersebut sepanjang periode 1 hingga 18 Januari 2026.
Petugas Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, yang dihubungi dari Kupang pada Jumat, 23 Januari 2026, menyampaikan bahwa dalam periode tersebut tercatat sebanyak 3.544 kali erupsi.
Selain erupsi, aktivitas gempa hembusan juga mengalami peningkatan dengan jumlah mencapai 5.316 kali kejadian.
Ia menyampaikan hasil pengamatan visual dengan mengatakan, "Pengamatan visual periode 1–18 Januari 2026, aktivitas hembusan dan erupsi meningkat," ungkapnya.
Tinggi kolom erupsi tercatat mencapai sekitar 500 meter dari puncak gunung dan terkadang disertai suara gemuruh dengan intensitas lemah hingga sedang.
Besaran energi seismik Gunung Ile Lewotolok diestimasi menggunakan metode perata-rataan nilai amplitudo atau Real-time Seismic Amplitude Measurements (RSAM).
Hasil pengukuran RSAM menunjukkan bahwa energi seismik meningkat tajam selama periode pengamatan tersebut.
Pengukuran deformasi menggunakan metode EDM menunjukkan adanya fluktuasi nilai jarak miring.
Nilai deformasi cenderung berada dalam kondisi datar atau flat untuk pengukuran malam hari di reflektor 2.
Pada tanggal 9 Januari 2026 teramati aliran lava di sektor barat gunung yang masih berada di dalam kawasan kawah.
Pada tanggal 13 Januari 2026 aliran lava di sektor barat mulai meluber keluar dari kawah dengan jarak sekitar 30 meter dari bibir kawah.
Hingga tanggal 17 Januari 2026, aliran lava tersebut tercatat mencapai jarak sekitar 100 meter dari bibir kawah.
Stanislaus Ara Kian menjelaskan kondisi tersebut dengan mengatakan, "Aliran lava baru ini mengalir di atas aliran lava sebelumnya," ujarnya.
Selain aliran lava, teramati juga lontaran material pijar ke arah tenggara dengan jarak mencapai sekitar 300 meter keluar dari kawah.
Secara umum material pijar seharusnya jatuh di dalam kawah, namun pada periode ini terjadi lontaran ke luar kawah.
Aktivitas kegempaan selama periode 1 hingga 18 Januari 2026 menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan dua minggu sebelumnya.
Hal tersebut ditegaskan melalui pernyataan, "Kegempaan pada periode ini menunjukkan peningkatan sangat signifikan bila dibandingkan periode 2 minggu sebelumnya," katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







