Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Lipatgandakan Stok Pangan di Sumbagut Jelang Ramadhan 2026 untuk Antisipasi Lonjakan Permintaan dan Bencana

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bulog Lipatgandakan Stok Pangan di Sumbagut Jelang Ramadhan 2026 untuk Antisipasi Lonjakan Permintaan dan Bencana
Foto: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (tengah) memberikan keterangan kepada pers di Jakarta, Jumat 23/1/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Perum Bulog melipatgandakan stok pangan hingga tiga kali lipat di wilayah Sumatera bagian utara (Sumbagut) sebagai langkah antisipasi menjelang Ramadhan 2026.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana dan berpotensi mengalami hambatan distribusi.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (23 Januari 2026).

Penguatan Stok di Daerah Rawan Bencana

Fokus utama penguatan stok dilakukan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang sebelumnya terdampak bencana serta memiliki potensi gangguan logistik saat musim hujan.

"Untuk daerah rawan bencana, stok kami lipatgandakan sampai tiga kali dari kebutuhan normal masing-masing kabupaten dan kota," ungkapnya.

Skema ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Jika suatu wilayah membutuhkan 1.000 ton, maka Bulog menyiapkan hingga 3.000 ton sebagai cadangan pengaman.

Langkah ini memastikan masyarakat tetap memperoleh pasokan pangan tanpa harus menunggu distribusi dari wilayah lain saat terjadi gangguan cuaca atau kondisi darurat.

Pada 28 Desember 2025, stok beras di Provinsi Aceh tercatat sekitar 97 ribu ton, di Sumatera Utara sekitar 25 ribu ton, dan di Sumatera Barat sekitar 9 ribu ton.

Bulog juga memberi perhatian khusus terhadap tradisi meugang di Aceh, yang mendorong peningkatan konsumsi pangan menjelang Ramadhan.

"Gudang-gudang Bulog di Aceh kami penuhi semaksimal mungkin dengan komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan gula," ia mengungkapkan.

Sinergi Lintas Sektor dan Kesiapan Nasional

Selain Aceh, penguatan stok juga difokuskan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebagai bagian dari strategi menghadapi Ramadhan dan musim hujan.

Rizal menegaskan bahwa pengamanan stok pangan sejalan dengan arahan pemerintah.

"Kami diminta menjaga agar harga beras, minyak, dan gula tetap terkendali selama Ramadhan," katanya.

Bulog bersinergi dengan Satgas Pangan, pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar hingga tingkat kabupaten dan kota.

Penguatan cadangan di wilayah Sumatera ini juga menjadi bagian dari kesiapan nasional menghadapi lonjakan kebutuhan pangan pada tahun 2026.

Pada 2026, Bulog mendapat penugasan untuk menyerap beras hingga 4 juta ton, naik dari target 2025 sebesar 3 juta ton.

Karena itu, pengelolaan stok dilakukan lebih ketat dan terukur.

"Kami ingin masyarakat bisa menjalani Ramadhan dengan tenang karena pasokan aman dan harga tetap stabil," ia menegaskan.

Penulis :
Arian Mesa