Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

KLH Akan Replikasi Model Kampung SAMTAMA Nasional, Targetkan Pengelolaan Sampah 100 Persen pada 2029

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KLH Akan Replikasi Model Kampung SAMTAMA Nasional, Targetkan Pengelolaan Sampah 100 Persen pada 2029
Foto: KLH Akan Replikasi Model Kampung SAMTAMA Nasional, Targetkan Pengelolaan Sampah 100 Persen pada 2029 (Sumber: ANTARA/HO-KLH)

Pantau - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan mereplikasi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat dari Jakarta Pusat ke berbagai kota besar lainnya di Indonesia, sebagai upaya percepatan target pengelolaan sampah nasional 100 persen pada tahun 2029.

"Pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama, dimulai dari rumah tangga. Pemerintah sudah menetapkan target pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2029 melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2025. Oleh karena itu, masyarakat perlu segera dilibatkan secara aktif," ujar Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq usai meninjau Kampung SAMTAMA (Sampah Tanggung Jawab Bersama) di RW 03 Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat.

Dari RW 03 ke Seluruh Indonesia: Warga Jadi Ujung Tombak Solusi Sampah dan Iklim

KLH menilai Kampung SAMTAMA sebagai contoh konkret integrasi pengelolaan sampah dan adaptasi perubahan iklim di kawasan padat penduduk, yang dapat direplikasi secara nasional.

Kawasan RW 03 Cempaka Putih Timur, dengan luas 36 hektare dan dihuni 1.101 kepala keluarga (sekitar 3.795 jiwa), menghadapi tantangan seperti banjir dan keterbatasan ruang terbuka hijau.

Melalui Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari, kawasan ini berhasil diubah menjadi kampung tangguh iklim dan meraih penghargaan tertinggi dalam mitigasi perubahan iklim.

Berbagai praktik unggulan diterapkan warga, antara lain:

  • Pemilahan sampah dari rumah
  • Daur ulang sampah anorganik
  • Budidaya maggot untuk limbah organik
  • Pengumpulan minyak jelantah oleh 90 persen rumah tangga
  • Pemanfaatan air hujan
  • Penggunaan lampu hemat energi

Urban farming dan hidroponik dikembangkan melalui Pusat Pelatihan P4 Daun Hijau, sedangkan gang dan taman dihijaukan secara swadaya.

Kapabilitas adaptasi iklim juga diperkuat melalui:

  • Pembangunan 11 sumur resapan
  • Perluasan area retensi banjir dari 0,1 hektare menjadi 0,18 hektare
  • Penambahan jalur evakuasi dari 3 titik menjadi 38 titik
  • Penggunaan kembali air limbah domestik oleh seluruh 1.101 KK

Dorong Optimalisasi Fasilitas RDF Rorotan dan Libatkan Wilayah Lain

Kampung SAMTAMA masuk dalam 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 dan ditetapkan sebagai percontohan nasional dalam program ProKlim Lestari.

KLH berkomitmen memperluas replikasi konsep ini ke wilayah lain dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, pemerintah daerah, dan lintas sektor.

"Jakarta Pusat saat ini menyumbang sekitar 700 ton sampah per hari. Oleh karena itu, optimalisasi fasilitas pengolahan sampah RDF (Refuse-Derived Fuel) di Rorotan, Jakarta Utara, menjadi sangat krusial. Fasilitas berkapasitas 2.500 ton per hari ini dirancang untuk menerima sampah yang telah dipilah dari wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara," tambah Hanif.

Replikasi Kampung SAMTAMA secara nasional diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah, penguatan adaptasi perubahan iklim, dan pemberdayaan komunitas lokal.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf