Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera Serukan Multilateralisme Adil dan Etika AI di Konferensi Dunia Ketua Parlemen

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera Serukan Multilateralisme Adil dan Etika AI di Konferensi Dunia Ketua Parlemen
Foto: (Sumber: Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera Serukan Multilateralisme Adil dan Etika AI di Konferensi Dunia Ketua Parlemen)

Pantau - Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, menyampaikan pandangan Indonesia dalam forum internasional 6th World Conference of Speakers of Parliament yang digelar di Jenewa, Swiss.

Dalam pidatonya, Mardani menegaskan bahwa parlemen harus berperan sebagai penstabil demokrasi dan motor keadilan di tengah dunia yang semakin multipolar.

"Tak satu pun kekuatan dapat menentukan arah sendirian. Parlemen dunia harus memperkuat multilateralisme yang adil dan inklusif, yang mewakili kepentingan negara maju dan berkembang secara seimbang," ujarnya.

Soroti Reformasi Tata Kelola Global dan Krisis Iklim

Indonesia, menurut Mardani, mendukung penuh reformasi tata kelola global agar lebih demokratis, setara, dan representatif.

Ia menekankan pentingnya forum antarparlemen sebagai ruang berbagi praktik baik, khususnya dalam tata kelola inklusif, ketahanan bencana, dan pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama di antara negara berkembang.

Terkait isu krisis iklim, Indonesia mendorong akses terhadap pendanaan iklim yang adil dan berkelanjutan, serta penguatan fungsi pengawasan parlemen terhadap kebijakan terkait iklim dan keamanan.

"Keadilan dan ketahanan iklim harus berada di pusat kebijakan," tegas Mardani.

Tegaskan Etika Digital dan Seruan Solidaritas untuk Palestina

Dalam konteks era digital, Mardani menyerukan kolaborasi lintas negara untuk mengatur etika kecerdasan buatan (artificial intelligence), perlindungan data, serta keamanan siber lintas batas.

Ia menekankan bahwa transformasi digital harus bersifat adil dan berorientasi pada penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Sebagai penutup, Mardani kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina, berdasarkan batas pra-1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

Ia juga menyerukan penghentian kekejaman di Gaza serta menggarisbawahi pentingnya solidaritas global yang berpijak pada hukum internasional dan prinsip keadilan.

Penulis :
Aditya Yohan