Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

IGGC Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak-Anak di NTT, Dorong Semangat Belajar di Daerah Terpencil

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IGGC Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak-Anak di NTT, Dorong Semangat Belajar di Daerah Terpencil
Foto: (Sumber: Sebagai upaya mendukung peningkatan semangat belajar anak di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesian Geothermal Golf Community (IGGC) menyalurkan bantuan pendidikan sebanyak 150 set berupa peralatan sekolah dan uang tunai sebesar Rp 300 ribu per anak kepada anak-anak di dua kabupaten, yakni Nagekeo dan Ngada)

Pantau - Indonesian Geothermal Golf Community (IGGC) menyalurkan bantuan pendidikan berupa 150 paket peralatan sekolah dan uang tunai Rp300 ribu kepada anak-anak di Kabupaten Nagekeo dan Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Kerja Sama dengan Taman Baca di Pedalaman NTT

Bantuan ini disalurkan melalui kerja sama dengan tiga Taman Baca Masyarakat (TBM) lokal, yakni TBM Keka Neamu dan TBM Mataleza di Nagekeo, serta Perpustakaan Isi Langa di Ngada.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua IGGC Geothermal, Riza Pasikki, kepada masing-masing pimpinan TBM.

Komitmen Tingkatkan Akses Pendidikan

Riza Pasikki mengungkapkan, "Di banyak daerah operasi panas bumi, anak-anak masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan."

Ia berharap bantuan ini dapat meningkatkan semangat belajar anak-anak di wilayah pedesaan terpencil yang selama ini masih kekurangan fasilitas pendidikan dasar.

Pimpinan TBM Mataleza, Alfianus Nggoa, menyambut baik program ini.

"Bantuan ini meringankan beban orang tua sekaligus memotivasi anak-anak untuk tetap semangat sekolah," ujarnya.

Senada, pimpinan Perpustakaan Isi Langa, Mertin Lusi, berharap agar program serupa dapat menjangkau lebih banyak taman baca di kawasan Bajawa.

Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen IGGC Geothermal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor pendidikan.

Tujuannya agar anak-anak penerima manfaat menjadi lebih percaya diri, bersemangat, dan termotivasi untuk melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan.

Penulis :
Ahmad Yusuf