
Pantau - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten Brigadir Jenderal Polisi Hengki menegaskan pihaknya masih mengusut kasus pembakaran Pos Polisi Ciceri di Kota Serang yang terjadi saat demonstrasi pada Sabtu (30/8).
Penyelidikan Pembakaran Pos Polisi
Kapolda menyatakan proses hukum tetap berjalan dan pihaknya tidak akan memberi toleransi bagi pelaku tindak pidana.
"Ya, kita masih kembangkan. Kita tidak akan menoleransi siapa pun yang melakukan tindak pidana," ungkapnya.
Ia menyebut adanya potensi aktor yang menunggangi aksi mahasiswa dan masyarakat sehingga menimbulkan kerusuhan.
"Masih kita dalami. Unjuk rasa itu seharusnya damai, tapi jangan sampai ada penyusup yang memprovokasi. Aspirasi silakan disampaikan, tapi harus jelas apa yang diusung, jumlah peserta, dan apa yang dituntut agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," jelasnya.
Pelajar Ikut Aksi dan Pentingnya Peran Orang Tua
Dalam pengamanan aksi sebelumnya, polisi sempat mengamankan 15 orang, mayoritas pelajar.
"Tanggal 30 (Agustus) kemarin, 14 orang sudah dipulangkan. Kita panggil orang tuanya dan mereka mengucapkan terima kasih. Karena memang banyak yang ikut aksi itu masih pelajar, bahkan ada yang kelas 1 SMA dan SMP," ujarnya.
Kapolda menegaskan pentingnya pengawasan keluarga agar pelajar tidak terseret dalam aksi berisiko.
"Makanya peran orang tua sangat penting. Polisi, TNI, dan pemerintah daerah menjalankan tugas sesuai undang-undang. Tapi pengawasan yang paling kuat adalah dari orang tua. Cek handphone anak-anaknya, awasi pergaulannya," katanya.
Ia mengungkapkan sejumlah pelajar ikut aksi karena pengaruh media sosial dan rasa takut tertinggal pergaulan.
"Kemarin saja ada lima orang yang kita amankan, masih SMP dan SMA kelas satu. Mereka siap melawan petugas hanya karena FOMO, fear of missing out. Mereka merasa harus ikut agar dianggap keren atau gaul. Ini pemikiran yang keliru," ungkapnya.
Kapolda mengimbau orang tua lebih proaktif dalam mengawasi aktivitas anak-anak.
"Kalau anak belum pulang, padahal sudah malam, segera cari, hubungi, telepon. Mereka seharusnya belajar, bukan ikut aksi," tegasnya.
Sebelumnya, Polda Banten telah mendata dan memberikan pembinaan kepada 15 remaja yang diamankan dalam aksi di Ciceri, Kota Serang, pada Sabtu (30/8).
- Penulis :
- Arian Mesa








