
Pantau - Pemerintah pusat memastikan akan menanggung penuh biaya perbaikan jembatan penyeberangan orang (JPO) dan halte Transjakarta di Senen serta Polda Metro Jaya yang rusak akibat aksi unjuk rasa.
Perbaikan Ditargetkan Selesai Kurang dari Tujuh Hari
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan anggaran darurat untuk mempercepat renovasi.
"Dua itu (halte Senen dan Polda Metro Jaya) akan kami kerjakan dengan cepat. Harapannya, secara fungsional kurang dari tujuh hari," ujarnya setelah bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota Jakarta, Selasa.
Dody menegaskan biaya perbaikan tidak akan membebani pemerintah daerah karena akan langsung ditanggung oleh Kementerian PU.
Ia menjelaskan bahwa anggaran yang dipakai bersumber dari pos darurat kementeriannya.
Kerugian Capai Rp900 Miliar di Seluruh Indonesia
Menurut Dody, total kerugian akibat unjuk rasa yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia mencapai sekitar Rp900 miliar.
" Kami sudah menganggarkan Rp900 miliar untuk seluruh Indonesia, bukan hanya untuk Jakarta. Insya-Allah cukup untuk menanggung dua JPO (Senen dan Polda Metro Jaya)," ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa perhitungan kerugian di ibu kota kini meningkat.
"Kerugian yang sebelumnya Rp55 miliar kini naik menjadi Rp80 miliar setelah memasukkan kerugian akibat pembakaran JPO Senen dan JPO Polda Metro Jaya," katanya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya mencatat kerugian Rp55 miliar, terdiri dari kerusakan infrastruktur PT MRT Jakarta senilai Rp3,3 miliar, kerusakan infrastruktur PT Transjakarta sekitar Rp41,6 miliar, serta kerusakan kamera pengawas (CCTV) dan infrastruktur lainnya sebesar Rp5,5 miliar.
- Penulis :
- Shila Glorya






