Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Instalasi Biogas Komunal Tekan Pencemaran dan Risiko Stunting di Jakarta Timur

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Instalasi Biogas Komunal Tekan Pencemaran dan Risiko Stunting di Jakarta Timur
Foto: (Sumber: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) didampingi Wali Kota Jakarta Timur Munjirin (kiri) meninjau tangki tinja saat meresmikan pemanfaatan biogas melalui instalasi tangki septik komunal di permukiman Gang Delta, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (13/11/2025).(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar)..)

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur membangun delapan instalasi biogas komunal sebagai solusi penyediaan energi alternatif sekaligus upaya menekan pencemaran akibat buang air besar sembarangan yang berisiko menimbulkan penyakit dan stunting.

Biogas Komunal untuk Lingkungan Lebih Sehat

Instalasi biogas komunal dinilai mampu mengatasi praktik pembuangan tinja ke saluran air yang selama ini memicu penyebaran bakteri, virus, dan parasit penyebab diare, infeksi pencernaan, penyakit kulit, serta gangguan tumbuh kembang anak.

Anak-anak yang bermain di sekitar aliran tercemar menjadi kelompok paling rentan terdampak, menjadikan buang air besar sembarangan sebagai persoalan serius di kawasan padat penduduk.

Jakarta Timur mencatat angka stunting yang cukup tinggi, salah satu pemicunya adalah pencemaran dari tinja yang dibuang langsung ke kali.

Untuk memutus rantai penyebaran penyakit, Pemkot Jakarta Timur telah mengoperasikan tiga dari delapan instalasi biogas di Pekayon, Rambutan, dan Bidara Cina.

Sistem ini mengubah limbah tinja menjadi energi seperti gas memasak dan listrik, sekaligus memusnahkan patogen berbahaya dalam proses pengolahannya.

Teknologi ini terbukti efektif dalam mengurangi penyebaran bakteri penyebab penyakit dan memberi manfaat ekonomi dengan menekan pengeluaran energi warga.

Wali Kota Jakarta Timur menyatakan bahwa ketiga instalasi biogas yang telah beroperasi melayani 439 kepala keluarga atau sekitar 2.400 jiwa.

Limbah dari sistem tersebut telah berhasil diolah menjadi biogas yang disalurkan ke rumah-rumah warga.

Edukasi dan Komitmen Warga Dorong Keberhasilan

Selain pembangunan fisik, pemerintah aktif mengedukasi masyarakat mengenai bahaya buang air besar sembarangan melalui sosialisasi dan program Stop BABS atau Open Defecation Free (ODF).

Beberapa kelurahan di Jakarta Timur telah mendeklarasikan komitmen untuk tidak melakukan BABS sebagai bentuk partisipasi menjaga lingkungan.

Untuk warga yang belum memiliki tangki septik pribadi, disediakan tangki septik komunal dengan memanfaatkan fasilitas sosial dan umum yang terhubung ke instalasi biogas.

Program tangki septik komunal tanpa biogas juga terus dijalankan dan telah menjangkau hampir 3.000 kepala keluarga di berbagai wilayah.

Pemkot menyebut angka buang air besar sembarangan berhasil ditekan hingga nol persen, menunjukkan keberhasilan program yang didukung oleh infrastruktur memadai dan kesadaran masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti