Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Jepang Naikkan Biaya Visa hingga 10 Kali Lipat Mulai Tahun Depan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Jepang Naikkan Biaya Visa hingga 10 Kali Lipat Mulai Tahun Depan
Foto: (Sumber : Turis terlihat di dekat Stasiun Shibuya di Tokyo, Jepang, 17 November 2025. ANTARA/Xinhua/Jia Haocheng/pri..)

Pantau - Pemerintah Jepang akan menaikkan biaya penerbitan visa secara substansial bagi penduduk asing mulai tahun fiskal mendatang.

Kenaikan Biaya Visa dan Rencana Revisi Regulasi

Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat kebijakan multikulturalisme dengan memanfaatkan pendapatan tambahan dari kenaikan biaya visa.

Kenaikan biaya dilakukan di tengah meningkatnya jumlah penduduk asing yang terus mencapai angka tertinggi setiap tahun.

Biaya perubahan status atau penerbitan ulang visa berdurasi satu tahun atau lebih akan naik hingga sekitar 40.000 yen atau Rp4,2 juta dari sebelumnya 6.000 yen atau Rp637 ribu.

Visa penduduk tetap akan naik menjadi lebih dari 100.000 yen atau Rp10,6 juta dari biaya sebelumnya 10.000 yen atau Rp1,06 juta.

Pemerintah Jepang menyebut struktur biaya baru tersebut akan sejalan dengan negara-negara Barat.

Pemerintah kemungkinan akan mengajukan rancangan undang-undang dalam sidang parlemen tahun depan untuk merevisi undang-undang kontrol imigrasi yang saat ini masih menetapkan batas 10.000 yen atau Rp1,06 juta untuk biaya visa.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi telah menginstruksikan kenaikan biaya visa agar sesuai dengan negara-negara besar lainnya dalam pertemuan tingkat menteri terkait kebijakan warga negara asing.

Latar Belakang Kenaikan dan Perkembangan Terakhir

Badan Layanan Imigrasi pada April sebelumnya telah menaikkan biaya penerbitan visa akibat inflasi, dari 4.000 yen atau Rp425 ribu menjadi 6.000 yen atau Rp637 ribu untuk perpanjangan atau perubahan status.

Biaya untuk status penduduk tetap juga telah meningkat dari 8.000 yen atau Rp850 ribu menjadi 10.000 yen atau Rp1,06 juta.

Jumlah penduduk asing di Jepang hingga akhir Juni tercatat mencapai rekor tertinggi 3.956.619 orang.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan