
Pantau - Sejumlah delegasi dari berbagai negara Afrika yang tergabung dalam L’Afrique qui ose - Afrique Challenge Group mengungkapkan kekagumannya terhadap pencapaian Indonesia melalui BPJS Kesehatan dalam mewujudkan cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) melalui Program JKN.
Indonesia Diakui Capai UHC Lebih Cepat dari Banyak Negara
"Mencapai UHC dalam satu dekade merupakan hal yang sangat menantang, namun Indonesia mampu melakukannya dengan sangat baik, bahkan lebih cepat dibanding banyak negara lain. Dengan jumlah penduduk yang tidak sedikit, BPJS Kesehatan tetap dapat menghadirkan sistem jaminan kesehatan yang merata tanpa terkecuali," ungkap Alioune Gueye, perwakilan dari Afrika Challenge Group.
Alioune menyampaikan bahwa Indonesia membuktikan bahwa keberhasilan sistem jaminan kesehatan tidak semata-mata bergantung pada pendanaan.
Ia menekankan pentingnya visi, kepemimpinan, dan kemampuan membangun ekosistem layanan yang solid sebagai faktor utama kesuksesan Program JKN.
Ia juga menyoroti pemanfaatan teknologi sebagai aspek visioner dalam pengembangan layanan kesehatan di Indonesia.
"Kami kagum bagaimana BPJS Kesehatan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan mutu layanan bagi peserta JKN. Aplikasi Mobile JKN adalah salah satu contoh inovasi yang sangat maju, memberikan kemudahan nyata bagi peserta dalam mengakses layanan. Selain itu, saya melihat fitur i-Care JKN sebagai terobosan penting karena fitur ini memungkinkan dokter di rumah sakit dapat mengetahui riwayat pelayanan kesehatan peserta JKN, sehingga dapat ditangani dengan cepat dan tepat," ia mengungkapkan.
Alioune menyebut bahwa ekosistem JKN yang dibangun BPJS Kesehatan dapat menjadi rujukan dan inspirasi bagi banyak negara berkembang lainnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat Indonesia patut bangga karena Program JKN memberikan perlindungan finansial bahkan di saat kondisi kesehatan terganggu.
BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Digital untuk Layanan Setara
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyambut baik kunjungan delegasi dari Afrika yang ingin mempelajari langsung sistem JKN yang diterapkan di Indonesia.
"Tidak mudah bagi Indonesia untuk memberikan perlindungan jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk. Namun, berkat komitmen dan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan, kini sudah lebih dari 98 persen penduduk Indonesia terlindungi Program JKN dan memperoleh predikat UHC," jelas Ghufron.
Ia menekankan bahwa transformasi digital menjadi fondasi penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan JKN.
Dengan inovasi yang terus adaptif, seluruh peserta JKN dijamin mendapatkan layanan yang mudah, cepat, dan setara di seluruh Indonesia.
Transformasi digital ini menjadi bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam mewujudkan penyelenggaraan JKN yang berkelanjutan.
"BPJS Kesehatan juga memiliki Performance Management Center untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program JKN di lapangan. Dari sini dapat dipantau jumlah transaksi dari seluruh fasilitas kesehatan yang mencapai jutaan transaksi tiap harinya," ia menambahkan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







