
Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menjaring minat investasi dan kemitraan usaha senilai Rp1,6 triliun dalam sektor kelautan dan perikanan melalui forum Investment and Business Matching, bagian dari rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) 2025.
Setengah dari Potensi Proyek Terjaring Investor
Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Machmud, menjelaskan bahwa nilai investasi tersebut diperoleh dari kegiatan one on one meeting antara investor dalam dan luar negeri sepanjang forum berlangsung.
"Minat investasi ini menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap sektor kelautan dan perikanan nasional," ungkapnya.
KKP menawarkan sebanyak 36 proyek dengan nilai total Rp3,02 triliun yang mencakup pembangunan industri pengolahan ikan tuna dan udang, logistik rantai dingin di Kabupaten Cilacap, pabrik garam industri di Jeneponto, fasilitas pengolahan hasil perikanan dan logistik di Kawasan Industri Bolok, NTT, serta pabrik pengolahan rumput laut berbasis nori di Jawa Barat.
Forum ini berhasil menarik sekitar 50 persen minat dari total potensi investasi yang ditawarkan.
Machmud menegaskan bahwa KKP menyiapkan program-program unggulan untuk mendukung visi Astacita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam mendorong swasembada pangan dan kemandirian ekonomi berbasis ekonomi biru.
"Ekonomi biru menjadi pilar keberlanjutan nasional karena mengedepankan pelestarian sumber daya dan usaha perikanan yang berkelanjutan," jelasnya.
Pemerintah Siap Permudah Perizinan dan Dukung Investasi
KKP juga menargetkan capaian investasi di sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp13,11 triliun pada tahun 2025.
Machmud telah menginstruksikan jajarannya untuk mendampingi calon investor serta memastikan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah lokasi investasi agar proses berjalan efektif.
Pemerintah turut berkomitmen memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku usaha melalui insentif, penyederhanaan perizinan, jaminan keamanan dan kestabilan politik, peningkatan konektivitas, hingga penyediaan tenaga kerja terampil.
Komitmen ini diperkuat melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang telah ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Investment and Business Matching dibuka secara resmi oleh Sekjen KKP, Komjen Pol Rudy Herianto Adi Nugroho, dan diikuti oleh 351 peserta luring serta 1.395 peserta daring melalui kanal YouTube KKP dan Ditjen PDSPKP.
Peserta luar negeri yang hadir antara lain dari Kedutaan Besar Republik Irak, Kedutaan Besar Denmark, Kedutaan Besar Kepulauan Solomon, Taipei Economic and Trade Office, dan sejumlah investor potensial dari Tiongkok.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menyatakan bahwa sektor kelautan dan perikanan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar.
"Kita tidak boleh takut untuk berinovasi dan berwirausaha di sektor ini," ia mengungkapkan.
- Penulis :
- Aditya Yohan







