
Pantau - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, mencairkan dana sebesar Rp2,8 miliar dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan tanggap darurat bencana di wilayah tersebut.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyatakan bahwa alokasi anggaran ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.
"BTT Rp2,8 miliar kami cairkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga dan mempercepat pemulihan bencana di Padang," ungkapnya di Kota Padang, Sabtu.
Fadly menambahkan bahwa langkah ini diambil sebagai respons cepat agar bantuan, evakuasi, dan pemulihan dapat dilakukan secara maksimal di seluruh wilayah terdampak.
Rincian Alokasi dan Tujuan Penggunaan Dana
Dari total anggaran tersebut, sebanyak Rp2,14 miliar dialokasikan untuk kebutuhan dasar dan penyediaan dapur umum bagi warga terdampak.
Sementara itu, sebesar Rp318 juta digunakan untuk operasional alat berat yang dikerahkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam upaya pembersihan dan pembukaan jalur.
"Sementara Rp358 juta untuk penanganan kebersihan dan operasional lainnya," ujar Fadly yang juga merupakan mantan Wali Kota Padang Panjang.
Penggunaan dana ini mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 77 Tahun 2019 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.
Dukungan Pemprov dan Forkopimda dalam Proses Pemulihan
Selain Pemkot Padang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga turut serta dalam mempercepat penanganan pascabencana, termasuk dalam integrasi data dan pembukaan akses darurat di titik-titik terisolasi.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, mengatakan bahwa pencarian terhadap korban banjir dan tanah longsor terus dilakukan secara maksimal di berbagai wilayah.
Arry menyebutkan bahwa dari 16 kabupaten/kota terdampak, terdapat 10 daerah yang tidak melaporkan adanya korban jiwa atau orang hilang.
Namun, enam daerah lainnya mencatat adanya korban jiwa atau warga yang masih dinyatakan hilang, dengan jumlah korban terbanyak berada di Kabupaten Agam.
- Penulis :
- Shila Glorya







