
Pantau - Sebanyak 2,5 ton bantuan logistik dan Ransum Operasi Nusantara (RON) dari Mabes Polri telah tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, pada akhir November 2025 untuk disalurkan kepada korban bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh.
Bantuan Logistik Tiba dan Siap Didistribusikan
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, menyampaikan bahwa bantuan tersebut telah diterima secara resmi oleh Kepala Biro Logistik Polda Aceh, Brigjen Pol Nazluddin Zulkifli.
"Pengiriman logistik dan RON untuk korban banjir menggunakan pesawat Polri. Sebelum mendarat di Aceh, pesawat tersebut terlebih dahulu menyalurkan bantuan serupa di Sumatera Barat via Bandara Minangkabau," ungkapnya.
Pesawat Polri membawa total 2,5 ton logistik dan ransum darurat sebagai bagian dari dukungan Mabes Polri dalam operasi penanggulangan bencana di wilayah terdampak.
Selain logistik dan ransum, Mabes Polri juga mengirimkan perlengkapan evakuasi seperti perahu karet, dayung, helm, dan rompi pelampung untuk memperkuat kemampuan SAR Polda Aceh.
Seluruh bantuan ini akan segera didistribusikan ke masyarakat terdampak bencana, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.
"Terima kasih atas dukungan dari Mabes Polri. Seluruh bantuan ini akan segera distribusikan ke wilayah-wilayah terdampak. Semoga proses penanggulangan dapat berjalan cepat, tepat, dan optimal," ia mengungkapkan.
Aceh Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, secara resmi menetapkan Provinsi Aceh dalam status tanggap darurat bencana akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak 18 November 2025.
Bencana banjir dan longsor tersebut telah melanda 16 dari 23 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Aceh.
Status tanggap darurat berlaku selama 14 hari, mulai 28 November 2025 hingga 11 Desember 2025, sebagai upaya mempercepat mobilisasi logistik, evakuasi korban, serta koordinasi lintas instansi dan lembaga.
Berdasarkan laporan terbaru dari BNPB, dampak bencana di Aceh meliputi 35 orang meninggal dunia, 25 orang masih dalam pencarian, 8 orang mengalami luka-luka, dan sebanyak 4.846 keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
- Penulis :
- Leon Weldrick







