
Pantau - Kementerian Transmigrasi mempercepat penanganan darurat bagi warga terdampak banjir di lima kawasan transmigrasi di Provinsi Aceh yang terisolasi selama tiga hari terakhir.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan bahwa pihaknya langsung merespons laporan mendesak dari Tim Ekspedisi Patriot mengenai kondisi darurat di kawasan tersebut.
"Setiap informasi yang masuk langsung kami tindak lanjuti untuk memastikan intervensi cepat dan tepat," ungkapnya.
Kawasan Terdampak dan Distribusi Bantuan
Lima kawasan transmigrasi yang terdampak banjir paling parah meliputi Harus Muda Jaya di Kabupaten Bireuen, Cot Girek di Aceh Utara, Ketapang Nusantara di Aceh Tengah, serta Pintu Rime Gayo dan Samar Kilang di Kabupaten Bener Meriah.
Untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar, Menteri Iftitah langsung meninjau lokasi di Kabupaten Bener Meriah pada Sabtu, 29 November 2025.
"Saya pernah berada di Aceh pascagempa dan tsunami 2004. Namun, bencana kali ini berbeda, banyak jalan putus dan akses berubah cepat, sehingga strategi logistik harus adaptif," ia mengungkapkan.
Sejak Rabu, 27 November 2025, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan pesawat pengangkut bantuan, namun keberangkatan sempat tertunda akibat cuaca ekstrem dan visibilitas rendah.
Pesawat bantuan pertama baru mendarat pada Sabtu, 29 November 2025, disusul pesawat kedua yang membawa tambahan bantuan pada Minggu pagi.
Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan penerbangan.
Selain bantuan logistik darurat, Kementrans bekerja sama dengan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan pangan bagi warga terdampak.
Menteri Iftitah juga telah berkoordinasi langsung dengan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, untuk mempercepat pengiriman beras dari Medan ke Lhokseumawe.
Bantuan pangan diberikan kepada semua warga terdampak, baik transmigran maupun warga lokal, sebagai bagian dari misi kemanusiaan pemerintah.
" Kami mengupayakan agar bantuan dapat dikirim sebanyak dan secepat mungkin untuk Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe, dan titik lainnya. Negara hadir, dan kami bekerja siang malam untuk masyarakat," tegas Iftitah.
Dampak Bencana dan Respons Terpadu
Menurut laporan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu, 29 November 2025, banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi telah mengakibatkan 303 orang meninggal dunia.
Sebanyak 279 orang dilaporkan hilang, dan 18 orang lainnya mengalami luka-luka.
Distribusi bantuan dilakukan secara terus-menerus, siang dan malam, melalui koordinasi lintas lembaga seperti Kementerian Koordinator PMK dan BNPB.
- Penulis :
- Gerry Eka








