
Pantau - Sebanyak 16.987 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, terdampak banjir akibat hujan lebat yang mengguyur selama lima hari berturut-turut serta kiriman air dari wilayah hulu.
Banjir semakin parah setelah dua tanggul jebol di wilayah Sei Belutu dan Sungai Senangkong, menyebabkan genangan meluas di berbagai kecamatan.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Serdang Bedagai, Abdurrahman Purba, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan.
"Kami terus memantau kondisi di lapangan. Saat ini terdata 16.987 kepala keluarga terdampak banjir," ujarnya.
Ribuan Warga Terdampak di 11 Kecamatan, Air Mulai Surut Tapi Ancaman Masih Ada
Berikut rincian jumlah KK terdampak di 11 kecamatan:
Tanjung Beringin: 5.330 KK
Sei Rampah: 4.804 KK
Bandar Khalifah: 1.841 KK
Perbaungan: 1.497 KK
Sei Bamban: 1.223 KK
Dolok Masihul: 819 KK
Teluk Mengkudu: 535 KK
Tebing Syahbandar: 452 KK
Pantai Cermin: 137 KK
Tebing Tinggi: 266 KK
Sipispis: 83 KK
Abdurrahman menyebut bahwa kondisi air mulai surut di beberapa wilayah, namun Pemkab Serdang Bedagai masih terus melakukan pendataan dan penyaluran bantuan logistik darurat.
Seorang warga terdampak, Bambang (43), terpaksa mengungsi ke Mushala SMK N 1 Sei Rampah di Dusun V, Desa Pematang Ganjang, bersama puluhan warga lainnya.
"Saya sudah empat malam tidur di mushala yang dijadikan posko pengungsian, di tempat kami sudah tidak ada lagi daratan, yang tersisa hanya pelantaran mushala ini, itupun air mulai naik ke lantai," katanya.
Warga lain, Saleh (45), menyebut banjir kali ini lebih parah dibandingkan kejadian serupa pada 2021.
"Ini banjir terparah, sebelumnya tahun 2021 juga banjir, namun kali ini lebih parah lagi. Sekarang kami tidak bisa beraktivitas, hanya mampu menunggu air surut," ungkapnya.
Bantuan Mulai Didistribusikan, Warga Diimbau Tetap Waspada
Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai telah mulai menyalurkan bantuan seperti selimut, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya ke titik-titik pengungsian.
Meski sebagian wilayah menunjukkan penurunan tinggi air, warga tetap diminta waspada karena potensi banjir susulan masih tinggi akibat cuaca yang belum stabil dan kondisi tanggul yang rusak.
- Penulis :
- Gerry Eka







