
Pantau - Pemerintah Aceh mengerahkan enam alat berat ke kawasan Gunung Salak, Aceh Utara, guna membuka akses jalan menuju Kabupaten Bener Meriah yang terisolasi akibat banjir dan longsor.
Ketua Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, M Nasir, menyampaikan bahwa akses ke Bener Meriah dari Aceh Tengah sudah bisa dilalui, sementara upaya pembukaan jalur dari Aceh Utara masih berlangsung.
"Alhamdulillah Kabupaten Aceh Tengah dengan Bener Meriah telah bisa terhubung dan saat ini kita sedang membuka Aceh Utara dengan Bener Meriah", ungkapnya.
Jalur Gunung Salak Jadi Alternatif Utama
Jalur dari Bireuen menuju Bener Meriah dinilai memerlukan waktu lebih lama untuk dibuka karena banyaknya titik longsor yang menghambat alat berat.
Sebaliknya, jalur Gunung Salak dianggap lebih memungkinkan karena hanya sedikit titik yang harus diperbaiki.
M Nasir menjelaskan bahwa tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah bergerak ke lokasi dan proses pembukaan jalur ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan.
"TIM Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sudah bergerak dan insyaallah untuk menembus ke Bener Meriah juga akan selesaikan dalam beberapa hari ke depan", ujarnya.
Alat berat yang dikerahkan merupakan gabungan milik pemerintah dan pihak ketiga yang disiapkan untuk membersihkan longsoran serta memperbaiki kerusakan jalan.
Pemerintah Aceh berharap pembukaan jalur Gunung Salak dapat mempercepat mobilisasi logistik ke Bener Meriah yang hingga kini masih kesulitan akses.
Terputusnya Akses dan Komunikasi
Banjir intens dan longsor yang terjadi sebelumnya telah menyebabkan jalur transportasi menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah terputus total.
Selain infrastruktur jalan, jaringan telekomunikasi juga ikut terganggu dan tidak berfungsi di sejumlah wilayah terdampak.
- Penulis :
- Gerry Eka







