Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Tindak Lanjut Arahan Presiden, Polri Bangun Jembatan Gantung untuk Anak Sekolah di Soppeng

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Tindak Lanjut Arahan Presiden, Polri Bangun Jembatan Gantung untuk Anak Sekolah di Soppeng
Foto: (Sumber: Sejumlah anggota polisi membantu pembangunan jembatan akses warga di Soppeng, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Polri.)

Pantau - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membangun sebuah jembatan gantung di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, guna mendukung akses anak-anak sekolah di wilayah terpencil.

Pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengatasi persoalan akses pendidikan di daerah sulit, terutama bagi anak-anak yang harus menyeberangi sungai setiap hari untuk bersekolah.

Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Ridwan, menyatakan bahwa Polri menurunkan satu peleton personel dengan kemampuan vertical rescue dan light field engineering (LFE) dalam proyek ini.

"Polri menegaskan komitmen untuk hadir dan bekerja dalam urusan keselamatan rakyat, terutama pemenuhan akses pendidikan bagi generasi muda di pelosok negeri," ungkapnya.

Menghubungkan Tiga Desa Terpencil

Jembatan gantung sepanjang 20 meter tersebut dibangun untuk menghubungkan tiga desa, yakni Desa Watu, Desa Mariritenggae, dan Desa Marioriaja, yang berada di Kecamatan Marioriwawo.

Selama ini, ketiga desa itu terpisah oleh sungai dan warga, termasuk anak-anak sekolah, hanya mengandalkan ban dalam mobil atau rakit sebagai sarana penyeberangan.

Warga setempat sebelumnya telah berupaya menggalang dana secara mandiri, namun pembangunan tidak terlaksana karena keterbatasan teknis.

"Kehadiran Brimob menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, sekaligus wujud nyata kehadiran negara," ujar Ridwan.

Saat ini, progres pembangunan jembatan sudah mencapai 15 persen dan dikerjakan bersama masyarakat melalui semangat gotong royong.

Akses Pendidikan dan Mobilitas Jadi Prioritas

Kombes Ridwan berharap pembangunan jembatan ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan akses pendidikan dan mobilitas warga.

Ia menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari kontribusi Polri dalam mewujudkan visi Indonesia Emas.

"Polri memastikan bahwa penugasan ini bukan sekadar respon administratif, tetapi aksi nyata yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat," katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) pada Jumat, 28 November 2025, menekankan pentingnya aksi cepat untuk mengatasi hambatan akses pendidikan di wilayah-wilayah tertinggal.

"Ini adalah anak-anak yang tiap hari sekolah harus nyeberang sungai. Mereka mempertaruhkan nyawa untuk sekolah, tiap hari pakaian mereka basah di ruang kelas," ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya.

Penulis :
Gerry Eka