Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kementerian Kesehatan Luncurkan Mesin mRNA untuk Perkuat Ketahanan Vaksin Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kementerian Kesehatan Luncurkan Mesin mRNA untuk Perkuat Ketahanan Vaksin Nasional
Foto: Tangkapan layar - Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Lucia Rizka Andalucia dalam acara mRNA Innovation to Implementation: Integrating Science,Regulation, and Global Collaboration di Jakarta, Selasa 2/12/2025 (sumber: YouTube Kementerian Kesehatan)

Pantau - Kementerian Kesehatan secara resmi meluncurkan mesin mRNA dari perusahaan Quantoom sebagai bagian dari langkah strategis dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui penguasaan teknologi messenger RNA (mRNA).

Langkah ini dilakukan untuk menggencarkan inovasi dalam pengembangan vaksin dan produk biologi, khususnya dalam menghadapi ancaman pandemi di masa depan.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Lucia Rizka Andalucia, menegaskan bahwa teknologi mRNA adalah fondasi penting dalam kesiapsiagaan menghadapi pandemi.

"Penyiapan infrastruktur riset ini dan manufakturing penting untuk membangun kesiapsiagaan kita. Dan tentunya tidak bisa dilakukan sendiri. Ini harus dilakukan secara bekerja sama terintegrasi," ungkapnya.

Dukungan Global dan Perluasan Teknologi

Selama pengembangan teknologi mRNA, Indonesia mendapat berbagai bentuk dukungan dari organisasi global, seperti lisensi, alih teknologi, bantuan pembiayaan, dan kolaborasi riset.

Lucia Rizka menyatakan bahwa penguasaan teknologi ini mendukung pilar ketiga dari transformasi sistem kesehatan, yaitu ketahanan farmasi dan alat kesehatan.

"Harapannya ke depannya selain untuk ketahanan di dalam negeri, kita juga dapat berkontribusi di tatanan global dalam penyediaan vaksin dan perbekalan kesehatan, yang khususnya dengan teknologi-teknologi yang baru," ia menambahkan.

Indonesia sendiri telah ditunjuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2021 untuk mengikuti program transfer teknologi mRNA.

Kemudian pada tahun 2023, Bio Farma dipilih oleh Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) untuk bekerja sama dalam pengembangan teknologi ini di wilayah Global South.

Pemanfaatan Teknologi mRNA untuk Penyakit Global dan Endemik

Kementerian Kesehatan bersama Bio Farma kini aktif mendiseminasikan teknologi mRNA kepada publik dan memperluas jejaring internasional untuk memperkuat kolaborasi.

Teknologi mRNA direncanakan untuk digunakan dalam pengembangan vaksin untuk penyakit seperti chikungunya, nipah, dan disease X, yaitu patogen tak dikenal yang berpotensi memicu pandemi.

Selain itu, teknologi ini juga diarahkan untuk penanganan penyakit endemik yang banyak ditemukan di Asia Tenggara seperti malaria, dengue, tuberkulosis (TBC), dan rabies.

Quantoom Biosciences, penyedia mesin mRNA tersebut, dikenal dengan produknya Ntensify mini yang digunakan untuk kebutuhan riset, dan kini telah tersedia di fasilitas Bio Farma.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti pentingnya penguatan kapasitas riset di sektor kesehatan pascapandemi COVID-19.

"Di akhir 2022, kami mulai berpikir cara mendesain ekosistem penelitian kesehatan yang benar. Salah satu yang harus dilakukan adalah mengubah aturan," ujar Budi.

Penulis :
Shila Glorya