
Pantau - Pasukan Sementara PBB untuk Abyei atau UNISFA mengumumkan penarikan pasukan penjaga perdamaiannya dari Sudan pada Kamis setelah terjadi serangan mematikan yang menargetkan anggota misi PBB di wilayah tersebut.
Penarikan Pasukan dan Alasan Keamanan
UNISFA melakukan evakuasi pangkalan logistiknya yang berada di Kadugli, negara bagian Kordofan Selatan, Sudan, menyusul memburuknya kondisi keamanan.
Keputusan penarikan pasukan diambil setelah dilakukan penilaian menyeluruh terhadap situasi keamanan di wilayah Kadugli.
UNISFA menyatakan bahwa "penilaian ekstensif terhadap situasi keamanan yang berlaku di Kadugli, yang telah melumpuhkan kemampuan PBB untuk berfungsi di daerah tersebut," ungkap pihak misi dalam pernyataannya.
Kondisi keamanan yang memburuk membuat PBB tidak dapat menjalankan fungsinya secara efektif di wilayah tersebut.
UNISFA menegaskan bahwa "Kami akan mempertimbangkan lagi dimulainya kembali aktivitas kami di Kadugli ketika situasi memungkinkan," ungkapnya.
Misi PBB tersebut juga menegaskan kembali komitmennya untuk tetap melaksanakan mandat di wilayah tugasnya sambil terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara cermat.
Serangan Drone dan Latar Belakang Konflik
Pada 13 Desember, enam personel pasukan penjaga perdamaian asal Bangladesh tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan pesawat tak berawak.
Serangan tersebut dilakukan oleh kelompok paramiliter Pasukan Pendukung Cepat atau RSF dengan target markas misi PBB di Kadugli.
UNISFA pertama kali dikerahkan pada tahun 2011 setelah meningkatnya ketegangan di wilayah kaya minyak antara Sudan dan Sudan Selatan.
Wilayah Kadugli telah dikepung oleh RSF dan sekutunya Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara atau SPLM-N sejak bulan-bulan awal perang.
Organisasi hak asasi manusia melaporkan bahwa wilayah tersebut berulang kali menjadi sasaran serangan artileri dan pesawat tak berawak.
Konflik antara tentara Sudan dan RSF yang dimulai pada April 2023 telah menewaskan ribuan orang dan memaksa jutaan warga Sudan mengungsi.
- Penulis :
- Aditya Yohan








