
Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bahwa stok pangan nasional pada awal tahun 2026 dalam kondisi kuat dan aman, sehingga tidak ada kebutuhan untuk melakukan impor beras, jagung pakan, maupun gula konsumsi sepanjang tahun ini.
Beras, Jagung, dan Gula Cukup dari Produksi Dalam Negeri
Stok beras pada awal 2026 mencapai 12,529 juta ton, termasuk 3,248 juta ton yang dikuasai Perum Bulog.
Dengan kebutuhan konsumsi rata-rata 2,591 juta ton per bulan, stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga lima bulan ke depan.
Produksi beras tahun ini diperkirakan mencapai 34,7 juta ton, dengan stok akhir tahun diproyeksikan sebesar 16,194 juta ton.
Deputi Bapanas, Ketut Astawa menegaskan, "Ketersediaan pangan strategis telah disiapkan dan aman. Tidak perlu importasi."
Jagung juga menunjukkan kondisi serupa, dengan carry over stock sebesar 4,521 juta ton dan konsumsi bulanan 1,421 juta ton, cukup untuk tiga bulan awal.
Dengan proyeksi produksi mencapai 18 juta ton, tidak ada rencana impor baik untuk pakan maupun benih.
Jagung bahkan diproyeksikan diekspor sebanyak 52,9 ribu ton pada 2026.
Gula konsumsi pun berada dalam level aman, dengan carry over stock 1,437 juta ton, kebutuhan bulanan 236,4 ribu ton, dan produksi nasional mencapai 2,72 juta ton.
Stok akhir tahun diperkirakan sebesar 1,32 juta ton, tanpa rencana impor.
Komoditas Lain Sudah Swasembada, Bukti Ketahanan Pangan Meningkat
Sejumlah komoditas pangan lainnya juga telah mencapai swasembada dalam beberapa tahun terakhir.
Bawang merah, dengan produksi tahun 2025 sebesar 1,397 juta ton dan konsumsi 1,239 juta ton, menunjukkan surplus.
Hal serupa juga terjadi pada cabai besar dan cabai rawit, yang produksinya melampaui kebutuhan konsumsi nasional.
Untuk sektor peternakan, produksi telur ayam ras mencapai 6,532 juta ton, sedikit lebih tinggi dari konsumsi nasional sebesar 6,487 juta ton.
Daging ayam ras juga mencatat produksi sebesar 4,287 juta ton, lebih tinggi dari kebutuhan konsumsi sebesar 4,139 juta ton.
Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa dukungan terhadap produksi dalam negeri menjadi prioritas pemerintah.
"Petani dan peternak tidak boleh rugi. Ini bukti keberpihakan kepada produksi dalam negeri," ungkapnya.
Pemerintah menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi tonggak penting menuju kemandirian pangan nasional, dengan stok berlimpah, produksi kuat, dan tidak ada ketergantungan pada impor untuk sebagian besar pangan pokok.
- Penulis :
- Gerry Eka







