
Pantau - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang mendirikan tenda sebagai sekolah darurat untuk enam sekolah yang mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
Plt. Kepala Disdikbud Aceh Tamiang, Sepriyanto, menyatakan bahwa pemasangan tenda telah dilakukan dan proses pembersihan lumpur di sekolah lain masih terus berlangsung.
"Saat ini tenda tersebut telah dipasang dan untuk sekolah lainnya yang tersebar di seluruh Kabupaten Aceh Tamiang sedang dalam proses pembersihan lumpur sisa banjir," ungkapnya.
Enam Sekolah Gunakan Tenda, SD Sekumur Hilang Tersapu Banjir
Berdasarkan data sementara, enam sekolah yang akan menggunakan tenda darurat adalah:
SDN 1 Babo: rusak parah, atap ambruk
SDN Alur Jambu: tertutup lumpur tebal
SMP Babo: rusak berat dan tertutup lumpur tebal
SD Swasta Dharma Patra: tertutup lumpur tebal
SMP Swasta Dharma Patra: tertutup lumpur tebal
SD Sekumur: hilang tersapu banjir bandang
Untuk SD Sekumur, tenda darurat dipasang di daerah pengungsian agar akses siswa ke lokasi belajar lebih mudah dan aman.
Disdikbud menargetkan proses belajar mengajar bisa dimulai kembali pada 5 Januari 2026, baik di tenda darurat maupun di sekolah lain yang ditumpangi sementara.
"Artinya, untuk saat ini pembersihan terus dilakukan untuk sekolah yang rusak berat dan yang belajar sementara di sekolah lainnya," jelas Sepriyanto.
394 Sekolah Terdampak, ASN Dilibatkan Bantu Pembersihan
Secara keseluruhan, masih banyak sekolah yang berlumpur dan belum bisa digunakan secara normal.
Sepriyanto menyebut pihaknya terus mempercepat proses pembersihan dan akan memantau kemungkinan penambahan tenda darurat di lokasi lain.
Bantuan juga datang dari ASN Pemerintah Aceh yang dikerahkan untuk membantu pembersihan sekolah-sekolah terdampak.
Data Disdikbud Aceh Tamiang mencatat, dari total 459 sekolah di wilayah itu, sebanyak 394 unit terdampak banjir bandang dan longsor.
Rinciannya, 47 unit mengalami rusak ringan, 269 unit rusak sedang, dan 78 unit rusak berat. Sementara 65 sekolah lainnya tidak terdampak.
- Penulis :
- Gerry Eka








